12 Gol Andini Angelina Pecahkan Rekor Campus League
Mesin Gol Unesa dari Lapangan Hijau

Mesin gol Universitas Negeri Surabaya (UNESA) Andini Angelina Putri cetak rekor 12 gol, pada laga Matchday 4 Campus League Futsal Regional Surabaya, Jumat (16/10/2026). (Foto: Jaya Pratama/Campus League)
Bagi Andini Angelina Putri, mencetak gol adalah kesenangan yang selalu membuatnya ingin mengulanginya. Naluri itu kini membawa student-athlete semester tiga Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) tersebut mencatatkan rekor baru di Campus League Futsal, terutama di Regional Surabaya Season 1 .
Pada laga keempat fase grup, Andini memborong enam gol saat Unesa kembali menghadapi tuan rumah Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Tambahan tersebut membuat koleksinya mencapai 12 gol, melewati rekor kategori putri milik Dwi Annisa Divaningrum dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di Season 0 dengan tujuh gol.
Catatan Andini bahkan melampaui catatan kategori putra milik Hezkia Purba dari Universitas Surabaya (Ubaya), yang sebelumnya mengemas sembilan gol. “Saya kaget aja bisa bikin rekor gol, dan nggak terbayang bisa cetak banyak gol,” kata Andini di GOR Futsal Pertamina ITS, Surabaya, (16/10).
Namun, ketajamannya di depan gawang bukan sesuatu yang muncul begitu saja.

Pivot Unesa Andini Angelina Putri lakukan shooting di Matchday 4 Campus League Futsal Regional Surabaya, Jumat (16/10/2026). (Foto: Jaya Pratama/Campus League)
Berawal dari Sepak Bola Sejak Kecil
Lahir di Sidoarjo pada 8 Desember 2006, Andini sudah akrab dengan sepak bola sejak kecil. Lingkungan tempatnya tumbuh membuatnya terbiasa bermain bersama anak laki-laki.
“Saya main sepak bola dari kecil. Karena lingkungan semua main bola, ya bareng sama anak-anak laki. Pokoknya main aja, dan saya emang suka yang tendang-tendang bola. Memang itu cita-cita saya dari kecil mau jadi pemain bola,” tuturnya.
Kecintaannya membawa Andini memperkuat Persida Putri Sidoarjo di Piala Pertiwi regional Jawa Timur, sebelum melanjutkan kiprah bersama Arema Putri pada babak nasional. Pengalaman tersebut menjadi bekal ketika ia beralih menekuni futsal bersama Unesa.
Kini bermain sebagai pivot, Andini tak hanya bertugas menyelesaikan peluang. Pergerakannya juga membantu membuka ruang dan menciptakan kesempatan bagi rekan setim.
“Saya suka olahraga ini karena tantangan dan keseruannya. Ada kesenangan aja kalau pas nendang bola dan masuk ke gawang. Dan itu bikin saya jadi pengen cetak gol lagi dan lagi,” ujarnya.

Para srikandi Universitas Negeri Surabaya (UNESA) pada laga Matchday 3 Campus League Futsal Regional Surabaya, Kamis (15/10/2026). (Foto: Jaya Pratama/Campus League)
Latihan Berulang, Tembakan Jadi Senjata
Di balik produktivitasnya, ada latihan khusus yang mengasah kemampuan penyelesaian akhir. Andini bersama beberapa pemain pivot lainnya mendapat porsi latihan menembak ke sasaran secara berulang.
“Latihannya, kami diharuskan menendang bola ke sebuah target, dan itu dilakukan terus-menerus. Jadi, ya terbiasa untuk shooting ke target gawang,” jelasnya.
Hasilnya terlihat dari distribusi 12 gol yang seluruhnya tercipta melalui kaki kanan. Enam gol lahir lewat tembakan keras dari luar kotak penalti, sedangkan sisanya berasal dari aksi individu dan memanfaatkan umpan rekan setim.
“Setiap ada sudut atau ruang yang ada celah terbuka, saya pasti tembak ke gawang,” katanya.

Andini Angelina Putri bersama rekan satu tim, mendengarkan instruksi dari pelatih Rizky M. Sidik pada laga Matchday 3 Campus League Futsal Regional Surabaya, Kamis (15/10/2026). (Foto: Jaya Pratama/Campus League)
Dua Cabang, Satu Cita-Cita
Ketajaman Andini sudah terlihat sejak pertandingan pertama, ketika ia mencetak empat gol melawan ITS. Dua gol kemudian ia tambahkan saat menghadapi Universitas Brawijaya (UB), sebelum memborong enam gol pada pertemuan kedua dengan ITS.
Pelatih futsal putri Unesa, Rizky M. Sidik, menilai pengalaman Andini di sepak bola juga menjadi keunggulan tersendiri. Ia bahkan masuk dalam rencana tim sepak bola wanita Unesa untuk Campus League UniGames pada Desember mendatang.
“Andini salah satunya yang akan ikut di tim sepak bola putri. Karena basic dia memang kuat di situ dan berpengalaman,” kata Rizky.
Di tengah kesibukan latihan dan pertandingan, Andini tetap memprioritaskan perkuliahan sebagai bekal masa depannya. Ia juga tak ingin terlalu memikirkan ekosistem kompetisi futsal putri yang masih berkembang. Fokusnya adalah meningkatkan kemampuan, mengikuti kompetisi, dan terus mencetak gol.
“Cita-cita dan harapan saya untuk ke depan tidak berubah. Apa yang saya inginkan sejak kecil, yaitu menjadi pesepakbola atau di futsal, itu saja,” ucapnya.
Bagi pivot muda Unesa itu, mencetak gol hanyalah bagian dari perjalanan panjang untuk mewujudkan mimpi masa kecilnya. (DT)

