Agil Firmansyah Sempat Nervous di Lapangan
Jadi Satu-satunya Wakil Universitas Terbuka Semarang

Muhamad Agil Firmansyah dari UT Semarang saat bermain di hari pertama Badminton Campus League Regional Semarang. (Foto: Jaya Pratama/Campus League)
Muhammad Agil Firmansyah menjadi satu-satunya wakil Universitas Terbuka (UT) Semarang di Badminton Campus League Regional Semarang. Ia mengawali kiprahnya dengan kemenangan dramatis setelah bangkit dari ketertinggalan.
Agil mengalahkan Hibriza Ahmada Fawwaz Marzuki dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dengan skor 12-15, 15-9, 15-8 di Polytron Stadium Undip, Rabu (26/8).
Agil mengaku sempat nervous pada gim pertama. Kondisi tersebut membuat permainannya tidak maksimal hingga harus kehilangan gim pembuka.
Namun, ia mampu mengubah permainan pada dua gim berikutnya. Agil mencoba bermain lebih lepas setelah menyadari bahwa pertandingan menjadi kesempatan baginya untuk kembali merasakan atmosfer kompetisi.
"Set pertama kurang siap, ini juga awal setelah vakum dua tahun lebih karena ngelatih, ini baru balik lagi ke lapangan. Nervous dan berusaha untuk enjoy dulu," ucap Agil.
Mahasiswa Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen itu sebelumnya vakum bermain selama lebih dari dua tahun. Ia sempat fokus menjalani aktivitas sebagai pelatih di klub Arab Saudi, Al Hilal.
Kembali bertanding membuat Agil harus beradaptasi lagi dengan atmosfer pertandingan. Ia pun memilih pendekatan sederhana untuk menjaga permainannya tetap stabil.
Menurut Agil, bertahan, menjaga fokus, dan membaca permainan lawan menjadi kunci untuk mengatasi pertandingan, terutama dengan sistem 15 poin yang membuat setiap kesalahan terasa lebih berpengaruh.
“Tahan saja sama fokus dan berusaha mengembangkan permainan,” kata Agil.
Sistem 15 poin juga membuat Agil harus bermain lebih disiplin. Ia menilai mengejar ketertinggalan masih cukup memungkinkan, tetapi mempertahankan keunggulan justru menjadi tantangan tersendiri.
"Ya harus lebih cepat dan jangan leha-leha, set kedua kalau misalnya leha-leha dikit bisa kesusul, bisa beda lagi. Harus tahan lagi. Ngejar lumayan gampang, yang susah nahan," tuturnya.
Sebagai satu-satunya wakil UT Semarang di Badminton Campus League, Agil tidak memasang target berlebihan. Ia memilih menikmati setiap pertandingan dan menjalani kompetisi secara bertahap.
“Target yang penting saya bermain enjoy, step by step saja,” tukasnya. (GAP)

