Alfira Deanika Sempurna di The Nationals
Juara Setelah Kalahkan Maria Prawesti 2 Gim Langsung

Selebrasi Alfira Deanika setelah juara Campus League Badminton The Nationals Season 1. (Foto: Fahmi Abdushshofi/Campus League)
Alfira Deanika dari Universitas Islam Indonesia (UII) menutup Badminton The Nationals dengan gelar juara tunggal putri. Alfira mengalahkan Maria Prawesti dari Universitas Padjadjaran pada final yang berlangsung di GOR KONI Bandung.
Alfira menang dua gim langsung dengan skor 15-9, 16-9. Hasil tersebut sekaligus menjaga catatan sempurnanya sejak Regional Semarang hingga The Nationals.
Sejak awal pertandingan, Alfira mampu menjaga permainan dan mengontrol jalannya laga. Maria yang berstatus unggulan kedua mencoba memberikan perlawanan, tetapi Alfira tetap mampu mempertahankan keunggulan hingga gim pertama berakhir 15-9.
Memasuki gim kedua, pertandingan kembali berjalan dalam kendali Alfira. Ia semakin nyaman memainkan bola dan menjaga ritme permainan. Maria berusaha mengejar, tetapi Alfira mampu menyelesaikan gim kedua dengan skor 16-9 sekaligus memastikan gelar juara.
Kemenangan ini membuat perjalanan Alfira di Campus League berakhir tanpa kekalahan. Sebelumnya, ia juga menjadi juara Regional Semarang. Performa tersebut berlanjut ketika memasuki The Nationals hingga akhirnya mencapai partai puncak.
Gelar juara ini menjadi pencapaian spesial bagi Alfira karena merupakan keikutsertaan pertamanya di Campus League. Ia mengaku senang bisa membawa nama UII hingga menjadi juara di panggung The Nationals.
"Perasaan saya seneng banget, bawa nama kampus dan pertama ikut Campus League” kata Alfira selepas pertandingan.
Alfira juga menyebut hasil yang diraihnya tidak lepas dari evaluasi setelah melewati pertandingan-pertandingan sebelumnya. Ia berusaha memperbaiki cara bermain, terutama dalam mengatur kesabaran dan kontrol bola.
"Pastinya udah evaluasi dari yang kemarin-kemairn, bisa lebih sabar dan lebih bisa mengontrol bolanya, jadi ada peningkatan dari yang kemarin-kemarin,” tambahnya.
Perbaikan tersebut terlihat pada final. Alfira mampu menjaga fokus ketika mendapat tekanan dan tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan. Permainan yang lebih terkontrol membantunya mempertahankan keunggulan hingga akhir pertandingan.
Setelah meraih gelar The Nationals, Alfira ingin terus membawa nama kampus dalam perjalanan kariernya. Ia berharap bisa memberikan lebih banyak prestasi dan membuat UII bangga melalui badminton.
"Pastinya main membawa nama kampus dan membanggakan kampus” tukas Alfira.
Gelar juara di Bandung pun melengkapi perjalanan Alfira dari Regional Semarang. Ia datang sebagai juara regional, lalu melanjutkan performa tersebut hingga pertandingan terakhir The Nationals.
Sementara itu, Maria harus puas menjadi runner-up setelah perjuangannya terhenti di partai final. Alfira menjadi pemain terakhir yang berdiri sebagai juara tunggal putri setelah melewati seluruh rangkaian pertandingan tanpa kekalahan. (GAP)

