Anggita Yuliani Putri dari Universitas Kristen Maranatha menjadi satu dari 11 pemain Campus League Basketball Season 1 yang mendapat panggilan seleksi Timnas Basket 5x5 Putri Indonesia untuk persiapan menuju Asian Games 2026 di Nagoya, Jepang.
Kapten Maranatha itu adalah pemain yang dipanggil dalam kelompok kedua. Selain Anggita, pemain jebolan Campus League Basketball Season 1 yang juga mendapat kesempatan serupa adalah Jesslyne Jaya Wiyanto dari Universitas Pelita Harapan (UPH), Pegi Maulani dari Soegijapranata Catholic University (SCU), dan Anastyasya Virly dari Universitas Bina Nusantara (Binus).
Bagi Anggita, panggilan tersebut menjadi sesuatu yang tidak pernah ia duga sebelumnya. Meski begitu, pemain yang tampil konsisten sejak Regional Bandung hingga The Nationals itu mengaku sudah mempersiapkan diri untuk terus berkembang dan siap ketika kesempatan datang.
Kesempatan mengikuti seleksi Timnas pun disambut dengan rasa syukur. Baginya, pemanggilan ini menjadi pengalaman berharga dalam perjalanan karier basketnya.
“Persiapannya sudah dari kemarin, sudah prepare. Tapi enggak nyangka saja tiba-tiba ada panggilan Timnas. Tentunya bersyukur sudah dapat kesempatan untuk seleksi Timnas,” ujar Anggita.
Dia menambahkan dirinya akan menjalani setiap proses yang ada dengan maksimal. Apa pun hasil akhirnya, ia ingin menjadikan kesempatan ini sebagai sarana belajar untuk berkembang menjadi pemain yang lebih baik.
“Apapun hasilnya, aku tetap jalanin. Mau nanti kepilih atau tidak kepilih, buat pengalaman juga,” katanya.
Konsisten di The Nationals
Performa Anggita sepanjang Campus League memang layak mendapat perhatian. Bersama Ice Bears Maranatha, ia menjadi salah satu pemain yang konsisten memberikan kontribusi sejak fase regional hingga level nasional.
Pada Basketball Campus League The Nationals, Anggita berhasil membawa pulang dua penghargaan individual. Ia menjadi peraih penghargaan kategori poin terbanyak dan top rebound di sektor putri.
Selama The Nationals, Anggita mengumpulkan 46 rebound hanya dari tiga pertandingan yang dijalani. Catatan tersebut menjadi yang tertinggi di antara seluruh pemain putri yang tampil pada putaran nasional.
Tidak hanya dominan dalam perebutan bola pantul, Anggita juga tampil produktif dalam urusan mencetak angka. Dari tiga pertandingan di The Nationals, ia membukukan total 59 poin.
Sebelumnya, perempuan yang akan genap berusia 20 tahun pada 18 Juli mendatang itu juga sempat mencuri perhatian pada fase Regional Bandung. Saat menghadapi Universitas Perjuangan (Unper) Tasikmalaya, Anggita mencatatkan 53 poin dalam satu pertandingan.
Catatan tersebut menjadi salah satu penampilan paling impresif sepanjang gelaran Campus League musim ini.
“Tentunya senang dengan penghargaan ini. Aku juga berterima kasih kepada teman-teman karena tanpa mereka aku tidak bisa mendapatkan dua penghargaan ini,” kata Anggita.
“Terima kasih juga untuk Coach Lie Fan yang selalu mendukung dan mengarahkan aku agar bisa bermain lebih baik,” tutupnya.
Dengan torehan penghargaan Top Point dan Top Rebounds di Basketball Campus League Season 1 The Nationals, Anggita kini mendapat kesempatan mengikuti seleksi Timnas dan siap menunjukkan kemampuannya di hadapan pelatih kepala Timnas Basket 5x5 Putri Indonesia, Gitautas Kievinas.
(GAP)
Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.
Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.