Arifin Puji Mentalitas Unpar
Menang Dramatis saat Overtime
Pelatih tim putri Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Arifin, mengaku lega setelah timnya berhasil memenangi laga penentuan juara Grup F Basketball Campus League Season 1 Regional Bandung. Unpar memastikan kemenangan dramatis 53-52 atas Universitas Padjadjaran (Unpad) lewat overtime di UPI Gymnasium, Selasa (19/5).
Pertandingan berlangsung ketat sejak awal hingga akhir. Kedua tim saling bergantian memimpin skor dan harus bermain hingga overtime untuk menentukan pemenang. Di momen krusial, tripoin dari Angel Putri menjadi penentu kemenangan Unpar.
Arifin menilai pertandingan berjalan seru karena kedua tim sudah saling mengenal karakter permainan masing-masing. Sebelumnya, Unpar dan Unpad juga sempat bertemu di kompetisi lain sehingga duel berlangsung dengan tensi tinggi.
“Seru, belum lama ini ada turnamen dan bertemu mereka dua kali. Saya pikir keduanya saling kenal dan sama-sama tahu karakter,” ujar Arifin usai pertandingan.
Menurutnya, laga akhirnya ditentukan oleh mentalitas dan keinginan untuk menang. Meski beberapa kali tertinggal, Unpar mampu bangkit dan menemukan momentum penting di akhir pertandingan.
“Tapi balik lagi, siapa yang lebih eager buat menang. Unpar dua kali beruntung ya, sempat down tiga poin bisa dapat tripoin, terus tertinggal lagi dua poin dan bisa dapat tripoin lagi dari orang yang sama, (Angel) Putri,” lanjutnya.
Arifin pun menyebut performa Angel Putri menjadi hadiah ulang tahun yang spesial untuk pemainnya tersebut. Pebasket Unpar itu baru saja merayakan ulang tahun ke-20 sehari sebelum pertandingan.
“Hadiah ulang tahun lah buat dia. Bagus buat Putri,” katanya sambil tersenyum.
Meski meraih kemenangan penting, Arifin mengaku masih memiliki catatan evaluasi untuk timnya. Salah satu kendala terbesar Unpar di laga tersebut adalah rotasi pemain yang cukup terbatas.
“Kami kesulitan rotasi pemain. Saya pikir Campus League bagus karena waktunya bersih dan fair. Tapi kendala kami memang bench belum terlalu dalam,” jelasnya.
Ia juga menilai Unpad sebenarnya memiliki peluang untuk memenangi pertandingan. Namun, menurut Arifin, keberuntungan dan momentum akhirnya lebih berpihak kepada Unpar.
“Menurut saya Unpad ada kesempatan juga. Tapi dalam pertandingan seperti ini, Unpar akhirnya dapat momennya,” ujarnya.
Kemenangan atas Unpad memastikan Unpar keluar sebagai juara grup sekaligus mengamankan tiket ke Regional Playoffs Bandung. Arifin mengakui hasil tersebut sangat penting untuk perjalanan timnya di Basketball Campus League musim ini.
Ia bahkan secara terbuka menyebut Unpar memiliki target besar untuk bisa melangkah hingga final. “Kami memang ngejar supaya bisa sampai final,” tegasnya.
Bagi Arifin, pertandingan dengan atmosfer kompetitif seperti Campus League menjadi pengalaman penting bagi para pemain. Ia senang karena timnya kini memiliki target yang jelas dan motivasi lebih besar untuk berkembang.
“Saya senang dengan pertandingan kayak gini. Jadi anak-anak punya tujuan dan saya sebagai pelatih juga punya tujuan. Semua jadi lebih terarah karena ada persiapan buat kompetisi seperti ini,” tutup Arifin. (GAP)

