Atlet IPB, Sulthan Dzaky, Enggan Jadi Pemain Pro
Lebih Tertarik Kerja Profesional
Tidak semua pebasket kampus memiliki mimpi bermain di level profesional. Sulthan Dzaky Noor Mudiansyah menjadi salah satunya. Pebasket milik Institut Pertanian Bogor (IPB) itu memilih fokus mengejar karier sesuai bidang akademiknya dibanding mengejar karier bermain di kompetisi bola basket profesional.
Mahasiswa Fakultas Sekolah Sains Data, Matematika, dan Informatika (SSMI) IPB angkatan 2023 atau IPB 60 tersebut saat ini menjalani program studi matematika. Meski basket menjadi salah satu passion-nya, Sulthan mengaku tidak memiliki rencana melanjutkan karier sebagai pemain profesional.
“Kalau pribadi memang tidak ada rencana ke pro. Saya lebih ke karier pekerjaan yang sesuai jurusan saya sih di matematika,” kata Sulthan.
Bagi Sulthan, dunia matematika membuka peluang karier yang luas. Ia tertarik mendalami bidang data analyst hingga data science yang saat ini semakin berkembang di berbagai industri.
“Saya masuk matematika karena tahu cakupan pekerjaannya bakal luas. Saya lebih tertarik ke data analis atau data science,” lanjutnya.
Meski begitu, basket tetap menjadi bagian penting dalam hidupnya. Sulthan mengaku masih ingin terus bermain basket di sela perjalanan karier profesionalnya nanti. Ia bahkan tertarik bergabung dengan tim basket perusahaan jika mendapat kesempatan.
Saat ini memang cukup banyak perusahaan swasta maupun instansi pemerintah yang memiliki kultur olahraga kuat, termasuk aktif mengikuti turnamen basket antarkorporasi. Hal itu menjadi salah satu alasan Sulthan tetap ingin menjaga kedekatannya dengan basket.
“Saya tertarik beberapa instansi perusahaan yang juga ikut turnamen basket. Mungkin saya bisa main lagi di situ, jika ada kesempatannya,” ujarnya.
Di tengah kesibukan kuliah, Sulthan kini tengah fokus membela Agric Basketball, nama tim basket IPB, di Basketball Campus League Regional Bandung. Namun langkah mereka pada laga perdana belum berjalan mulus.
IPB harus mengakui keunggulan Universitas Islam Bandung dengan skor 71-76 dalam pertandingan yang berlangsung ketat hingga overtime (OT). Meski kalah, Sulthan menilai timnya sudah menunjukkan semangat bertanding hingga akhir laga.
“Dari awal sampai akhir kami masih fight, walaupun banyak kesalahan hari ini, seperti foul yang banyak sekali,” jelas Sulthan.
Menurutnya, foul trouble menjadi salah satu faktor yang sangat memengaruhi permainan tim, terutama saat memasuki overtime. Kondisi itu membuat rotasi pemain menjadi terbatas dan memaksa tim mengubah pola permainan.
“Ada empat orang yang foul out. Tapi karena keterbatasan pemain di OT itu sangat ngaruh sekali dan membuat permainan berubah. Tapi so far main fight sampai akhir, salut buat teman-teman saya,” lanjutnya.
Meski memulai perjalanan dengan kekalahan, peluang IPB untuk lolos masih terbuka. Agric Basketball dijadwalkan menghadapi Universitas Perjuangan Tasikmalaya pada Selasa (19/5). Pertandingan tersebut menjadi penentu langkah IPB menuju babak Big 8 Basketball Campus League Regional Bandung. (GAP)

