
Dua hari sebelum Basketball Campus League The Nationals Season 1 berakhir, Asian University Basketball League (AUBL) menghadirkan program pengembangan pemain internasional melalui AUBL Hoop Scholars – Championship Clinic Tour yang berlangsung di UPH Basketball Court, Tangerang, pada 12-13 Juni 2026 lalu.
Coaching clinic ini dipimpin langsung oleh Coach Milos Milosevic, salah satu pelatih profesional yang terlibat dalam program pengembangan AUBL. Sesi pelatihan tersebut berfokus pada peningkatan kecerdasan bermain (basketball IQ) melalui kemampuan mengambil keputusan yang tepat di lapangan.
Sepanjang sesi, pelatih asal Bosnia Herzegovina ini menekankan bahwa decision making merupakan salah satu keterampilan paling penting dalam basket modern. Menurutnya, setiap aksi di lapangan, mulai dari situasi satu lawan satu hingga permainan tim, selalu diawali dengan keputusan yang benar pada waktu yang tepat.
"Hari ini kami berlatih dan berdiskusi tentang pengambilan keputusan dalam basket. Kami membahas betapa pentingnya hal itu dalam basket modern, baik dalam situasi satu lawan satu, dua lawan dua, maupun dalam setiap aspek kehidupan seorang atlet," kata Milosevic seusai kegiatan kepada redaksi campusleague.id.
Coach Milos menjelaskan bahwa pengambilan keputusan tidak hanya berlaku di lapangan basket. Ia mengajak para peserta untuk membangun disiplin dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari, dimulai dari keputusan sederhana seperti menjaga fokus, memiliki energi positif, dan berkomitmen untuk terus berkembang setiap hari.
Dalam coaching clinic tersebut, para peserta mendapatkan materi mengenai penciptaan keuntungan dalam permainan (advantage creation), membaca pertahanan lawan, spacing, transisi menyerang, hingga komunikasi dalam bertahan. Seluruh materi disampaikan melalui simulasi situasi pertandingan yang menyerupai kondisi nyata di lapangan.
Saat ditanya mengenai potensi pemain muda Indonesia, Milosevic mengakui bahwa Indonesia memiliki sumber daya pemain yang sangat besar. Namun, ia menilai perlu melihat lebih banyak pemain sebelum memberikan penilaian yang lebih menyeluruh.
"Indonesia adalah negara yang sangat besar dan memiliki potensi basket yang luar biasa. Saya perlu melihat lebih banyak pemain untuk bisa memberikan penilaian yang lebih lengkap, tetapi potensinya jelas sangat besar," ujarnya.
Milosevic juga menjelaskan perbedaan utama antara pemain profesional dan pemain amatir. Menurutnya, bakat bukanlah faktor penentu utama. Yang paling membedakan adalah kesiapan seorang pemain untuk memberikan segalanya demi proses pengembangan diri.
"Perbedaan terbesar antara pemain profesional dan pemain amatir adalah seberapa siap mereka memberikan seluruh kemampuan yang dimiliki, baik tubuh, pikiran, fokus, maupun energi mereka setiap hari," jelasnya.
Menurut Milosevic, banyak pemain berbakat gagal mencapai level tertinggi bukan karena kurang kemampuan, melainkan karena kehilangan fokus, kurang disiplin, atau tidak bersedia menjalani proses kerja keras yang diperlukan.
"Olahraga profesional bukan hanya apa yang kita lihat di televisi. Di balik setiap kesuksesan ada kerja keras yang luar biasa. Anda harus siap memperhatikan setiap detail jika ingin terus berkembang," katanya.
Selain pemain, Milosevic juga menyoroti pentingnya pengembangan kualitas pelatih. Ia menilai coaching clinic seperti ini tidak hanya bermanfaat bagi atlet muda, tetapi juga bagi para pelatih yang nantinya akan meneruskan ilmu dan filosofi permainan kepada generasi berikutnya.
"Jika ingin meningkatkan kualitas basket, kita membutuhkan pelatih yang teredukasi dengan baik. Pengetahuan adalah langkah pertama. Pelatih akan bersama para pemain setiap hari, sehingga berbagi ilmu dengan para pelatih sangat penting," ujarnya.
Sebagai pesan penutup kepada para peserta, Milosevic mengajak mereka untuk menghargai proses pembelajaran dan pengembangan diri secara berkelanjutan. Ia menjelaskan bahwa kesuksesan dibangun melalui empat tahapan utama, yaitu memperoleh pengetahuan, menerapkannya, berlatih secara konsisten, dan membangun profesionalisme melalui rutinitas.
"Bekerjalah keras dan perhatikan detail. Pertama adalah pengetahuan, lalu penerapan, kemudian latihan, dan akhirnya profesionalisme. Proses itu berlaku bukan hanya dalam basket, tetapi juga dalam setiap profesi di kehidupan," tutup Milosevic.
AUBL Hoop Scholars – Championship Clinic Tour merupakan bagian dari komitmen AUBL dalam mendukung pengembangan basket di kawasan Asia-Pasifik sekaligus mempersiapkan generasi atlet mahasiswa untuk bersaing di level internasional.
Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.
Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.