
Badminton Campus League Season 1 akan menjadi salah satu kompetisi di Indonesia yang lebih dulu mengadopsi sistem skor terbaru dari Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF). Kompetisi antarkampus yang mulai bergulir pada 19 Agustus mendatang itu akan menggunakan sistem skor 15 poin dalam tiga gim (best of three games) untuk kategori perorangan dan relay point 55 untuk kategori beregu.
Keputusan tersebut mengikuti kebijakan terbaru BWF yang resmi mengubah sistem skor pertandingan menjadi 15 poin x 3 gim. Perubahan itu disahkan dalam 87th BWF Annual General Meeting (AGM) di Horsens, Denmark, pada 24 April 2026, dan akan mulai diberlakukan di seluruh turnamen BWF pada 4 Januari 2027.
Meski aturan tersebut baru berlaku tahun depan, Badminton Campus League mendapat kesempatan untuk menerapkannya lebih awal sesuai permintaan dari PBSI. Langkah ini diharapkan menjadi ajang simulasi sekaligus adaptasi bagi para atlet mahasiswa sebelum sistem baru digunakan di level internasional.
"Karena BWF akan memulai sistem skor yang baru pada Januari 2027, kami merasa perlu melakukan sosialiasi kepada seluruh masyarakat bulu tangkis, baik untuk perorangan maupun beregu," ujar Tommy Oscariano, PLT Kepala Bidang Perwasitan PBSI, soal alasan penerangan sistem skor baru BWF di Campus League Badminton.
Untuk kategori perorangan, seluruh pertandingan akan menggunakan sistem skor 15 poin x 3 gim untuk menentukan pemenang.
Sementara itu, kategori beregu tetap menggunakan konsep relay point, tetapi dengan sistem skor 55 poin dalam best of three set. Setiap set terdiri dari lima pertandingan yang mempertandingkan nomor tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran.
Masing-masing pertandingan dimainkan hingga 11 poin, sehingga total akumulasi skor dalam satu set mencapai 55 poin. Skor tidak kembali ke angka nol saat berganti ke pertandingan kedua dan seterusnya, melainkan meneruskan angka sebelumnya secara kumulatif.
Sebagai contoh, jika pertandingan pertama berakhir dengan skor 11-9, maka pertandingan kedua langsung dimulai dari kedudukan 11-9 hingga salah satu tim mencapai 22 poin. Estafet skor kemudian berlanjut hingga pertandingan kelima yang menjadi penentu pemenang set saat salah satu tim lebih dulu mencapai 55 poin.
Format ini juga tidak mengenal deuce atau setting. Jika skor menjadi 54-54, permainan akan terus berlanjut hingga salah satu tim mencetak poin berikutnya untuk memastikan kemenangan set. Tim yang lebih dulu memenangi dua set akan keluar sebagai pemenang pertandingan.
Artinya, para peserta Badminton Campus League akan lebih dulu beradaptasi dengan sistem skor baru sebelum format tersebut resmi digunakan di seluruh turnamen BWF mulai 4 Januari 2027. (GAP)
Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.
Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.