Blangkon Nyentrik Pelatih Sanata Dharma
Memperkenalkan Budaya Sekaligus Bawa 'Keberuntungan'

Gaya nyentrik Coach Valentinus ssat memimpin USD melawan STMM, dalam laga Campus League Futsal Regional Jogja Season 1, di GOR Ki Bagoes Hadikoesoemo UII, Jumat (23/10). (Foto: Fahmi Abdushshofi/Campus League)
Ada yang beda dari Valentinus Febrirama, pelatih tim putra Universitas Sanata Dharma Yogyakarta (USD), saat timnya tampil pada Campus League Futsal Regional Jogja Season 1, di GOR Ki Bagoes Hadikoesoemo UII, Jumat (23/10).
Kalau biasanya pelatih identik dengan polo shirt atau jersey tim, Coach Valentinus justru tampil dengan batik dan blangkon khas Jawa di kepalanya.
Ternyata, ia bukan karena sengaja menyiapkan outfit khusus buat pertandingan. Valentinus mengaku baru saja menghadiri kelas budaya di kampusnya, Sanata Dharma, sebelum ke pertandingan. Kegiatan itu melibatkan pelajar dari luar negeri yang sedang belajar bahasa Indonesia.
“Ada acara kelas budaya dengan teman-teman pelajar dari luar negeri, mereka belajar bahasa Indonesia. Sehingga tadi, ya, dalam bentuk yang seperti ini saya juga di sini mau menunjukkan budaya Jogja juga,” cerita Valentinus.
Awal niatnya memang bukan buat tampil beda di pinggir lapangan. Namun, blangkon yang dikenakannya terlihat nyentrik, apalagi dipadukan dengan batik.
Nanun, hal itu juga jadi cara sederhana untuk memperkenalkan budaya lokal di tengah kompetisi olahraga mahasiswa. Bonusnya, siapa tahu bisa sekalian jadi jimat keberuntungan buat USD.
Raih Kemenangan Penting atas STMM
Kalau soal hasil pertandingan, Sanata Dharma punya alasan buat merasa senang. Mereka sukses mengalahkan Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) Yogyakarta dengan skor 3-1 dalam lanjutan Grup C, Jumat (23/10).
Perjalanan menuju kemenangan itu nggak langsung mulus. USD lebih dulu tertinggal setelah Joan Daffa Asdzacky mencetak gol untuk STMM pada menit ke-26. Namun, Sanata Dharma berhasil bangkit lewat gol Reschi Ananda Ekita Putra pada menit ke-30.
Momentum kemudian beralih ke USD. Yosafat William Lalu Wolo membawa timnya berbalik unggul pada menit ke-33, sebelum Joseph Fernando El’roy Batfeni memastikan kemenangan lewat gol pada menit ke-40.
Ada momen lucu saat Valentinus saat memimpin laga melawan STMM di pinggir lapangan sebagai juru racik tim. Ia mengaku sempat bereaksi spontan dengan menyundul bola ketika bola keluar lapangan dan tepat mengarah kepadanya.
Karena sebelumnya pernah berada dalam satu tim dengan para pemain yang kini menjadi lawan, ia spontan karena ‘gatal’ dengan si kulit bundar. Karuan saja, ia langsung mendapatkan kartu kuning dari wasit.
“Serius, sumpah itu refleks. Maaf, refleks karena ya tidak tahan juga. Kemarin sama-sama satu tim dengan mereka, tapi hari ini tidak berada di tim dengan mereka,” ujarnya sembari tertawa.
Blangkon boleh jadi bonus penampilan, tapi perjuangan di lapangan tetap jadi kunci. Saksikan kelanjutan aksi USD dan tim kampus lainnya melalui kanal YouTube resmi Campus League. (GAP)

