Campus League Beri Teguran ke BINUS dan Gunadarma
Teguran Keluar Pasca Pertandingan Kedua Kampus di Semifinal

Tim Gunadarma dan Binus University berpose bersama sebelum pertandingan semifinal. (Foto: Fahmi Abdushshofi/Campus League)
Campus League memberikan teguran kepada dua pemain yang terlibat dalam ketegangan pada rangkaian pertandingan semifinal Badminton The Nationals. Teguran diberikan kepada Jovan Sammy Sukardi dari Binus University dan M. Irsya Mubarok dari Universitas Gunadarma.
Surat teguran tersebut diberikan setelah panitia melakukan pengamatan dan menerima laporan terkait kejadian dalam pertandingan. Campus League meminta kedua perguruan tinggi melakukan pembinaan kepada pemain yang bersangkutan dan memastikan seluruh peserta menjaga sportivitas selama kompetisi berlangsung.
Surat untuk Jovan Sammy Sukardi menyebut adanya euforia dan ekspresi berlebihan setelah pertandingan yang dinilai bersifat provokatif terhadap tim lawan. Situasi tersebut kemudian memicu respons emosional dan ketegangan antarpemain.
Campus League mengacu pada sejumlah ketentuan dalam peraturan kompetisi, termasuk Pasal 16.6 mengenai intimidasi, Pasal 16.7 mengenai penghinaan, Pasal 16.8 mengenai perkelahian, serta Pasal 16.9 mengenai tanggung jawab tim terhadap suporternya.
Atas kejadian tersebut, Campus League memberikan teguran kepada Jovan dan meminta Binus University melakukan pembinaan. Pemain yang bersangkutan juga diminta menjaga sikap dan sportivitas serta tidak mengulangi tindakan provokatif, intimidasi, penghinaan, maupun tindakan lain yang berpotensi memicu konflik dengan pemain, ofisial, atau suporter tim lain.
Sementara itu, teguran kepada M. Irsya Mubarok dari Universitas Gunadarma diberikan terkait ketegangan yang terjadi antara pemain Gunadarma dan Binus University.
Berdasarkan surat teguran, kejadian tersebut diawali euforia dan ekspresi berlebihan dari pemain Binus yang dinilai provokatif. Situasi tersebut kemudian memicu respons emosional Irsya hingga berkembang menjadi ketegangan yang berpotensi mengganggu ketertiban pertandingan.
Campus League juga merujuk pada Pasal 16.6, 16.7, 16.8, dan 16.9 dalam memberikan teguran kepada Irsya. Universitas Gunadarma diminta melakukan pembinaan kepada pemain yang bersangkutan dan memastikan kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Campus League menegaskan bahwa teguran tersebut menjadi bagian dari upaya pembinaan selama pelaksanaan Badminton Season 1. Setiap pemain diharapkan mampu menjaga sikap, menghormati lawan, serta mengendalikan euforia dalam pertandingan.
Fair play tidak hanya menjadi bagian dari hasil pertandingan, tetapi juga sikap yang ditunjukkan selama kompetisi. Karena itu, Campus League berharap seluruh pemain, ofisial, dan suporter dapat menjaga sportivitas, keamanan, serta suasana pertandingan yang kondusif hingga rangkaian kompetisi berakhir.
Campus League juga mengingatkan bahwa apabila terjadi pengulangan tindakan serupa atau ditemukan pelanggaran terhadap peraturan yang berlaku, panitia berhak mengambil tindakan dan menjatuhkan sanksi sesuai tingkat pelanggaran.
Melalui teguran ini, Campus League berharap seluruh pihak dapat menjadikan kejadian tersebut sebagai bahan evaluasi bersama untuk menjaga kompetisi tetap aman, sportif, dan saling menghormati. (GAP)

