Campus League Bidik Ekspansi 4 Regional Badminton
Perluas Jangkauan Kompetisi Olahraga Antarkampus

Atmosfer persaingan sengit menghiasi partai puncak Final Individual Badminton The Nationals Campus League di GOR Bandung, Rabu (23/9).(Foto: Fahmi Abdushshofi/Campus League)
Campus League bersiap memperluas jangkauan kompetisi olahraga antarkampus dengan merencanakan ekspansi, seperti badminton hingga empat regional pada musim mendatang.
Rencana strategis ini melingkupi persiapan teknis kampus, strategi pendaftaran lebih awal untuk cabang basket dan bulu tangkis, hingga penetapan konfigurasi ideal penyelenggaraan kompetisi.
Head of Media and Publication Campus League, Hedi Novianto, menegaskan komitmen Campus League untuk menghidupkan kembali ekosistem olahraga di tingkat perguruan tinggi. Ia menilai ketersediaan wadah yang berkelanjutan menjadi kunci utama agar pembinaan atlet di kampus tidak sia-sia.
Menurutnya, ajang badminton antarkampus tingkat nasional sudah hampir satu dekade vakum dan kini kembali dihadirkan.

Head of Media and Publication Campus League, Hedi Novianto, dalam konferensi pers seusai Final Individual Badminton The Nationals di GOR Bandung, Rabu (23/9). (Foto: Fahmi Abdushshofi/Campus League)
"Kami ingin membangun kultur, di mana kampus membangun tim karena kompetisinya sudah ada, yaitu di Campus League. Kalau kampus menyiapkan tim tapi tidak ada kompetisi, ya sia-sia," katanya dalam konferensi pers seusai Final Individual Badminton The Nationals di GOR Bandung, Rabu (23/9).
Menatap musim depan, pihak penyelenggara mematok target ekspansi yang goal-oriented. Badminton direncanakan ditambah menjadi empat regional kompetisi (saat ini sudah berjalan dua regional), meski realisasinya tetap memperhitungkan kesiapan infrastruktur dan teknis dari tiap perguruan tinggi.
Fokus pengembangan saat ini masih diprioritaskan di Pulau Jawa. Kota-kota seperti Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta masuk dalam radar pengembangan kawasan. Penyelenggara juga tengah mengkaji apakah wilayah Semarang dan Yogyakarta akan digabung atau berdiri sebagai regional mandiri.
"Di badminton, kami merencanakan sebenarnya empat regional untuk tahun depan, tapi lagi-lagi kami harus riset dulu seberapa siap kampus-kampusnya dengan kemampuan masing-masing. Kami selalu di awal merencanakannya adalah lebih dari tiga ke empat regional, kemungkinan kalau terjadi tahun depan, bisa berkembang menjadi empat regional. Fokus kami masih di Pulau Jawa," jelas Hedi.
Guna mengantisipasi padatnya kalender olahraga pada 2027, termasuk agenda PON Beladiri, tim kompetisi bergerak cepat dengan menyiapkan strategi sosialisasi dan pendaftaran lebih awal. Pendaftaran untuk cabang olahraga basket dan badminton akan segera dibuka guna menjaring peserta jauh-jauh hari.
Mengenai skenario jumlah regional untuk tiga cabang olahraga pilar, yaitu basket, badminton dan futsal, penyelenggara menyusun skema konfigurasinya secara cermat.
"Skenario paling maksimal itu konfigurasinya 7-4-7. Jadi 7 untuk basket, 4 untuk badminton, dan 7 untuk futsal. Meskipun target 7 masih dipertimbangkan, dari minimal 5. Jika 7 regional mau dibuat, kami melihat baru futsal yang mungkin. Untuk Basket masih perlu setahun lagi agar mencapai 7 regional," pungkasnya. (DT)