
Ketua Pengprov PBSI Jawa Tengah, Akhmad Khafidz Basri Yusuf saat opening ceremony Badminton Regional Semarang. (Foto: Jaya Pratama/Campus League)
PBSI Jawa Tengah menyebut Badminton Campus League bisa menjadi wadah pembinaan atlet mahasiswa yang dapat menguji kemampuan mereka sekaligus membuka peluang menuju level nasional hingga Pelatnas.
Ketua Pengprov PBSI Jawa Tengah, Akhmad Khafidz Basri Yusuf, menilai kompetisi antarkampus dapat memperluas jalur pembinaan badminton di Indonesia.
Selama ini, pembinaan lebih banyak bertumpu pada klub, padahal sekolah dan perguruan tinggi juga memiliki potensi besar untuk melahirkan atlet.
Hal itu disampaikan Basri saat menghadiri pembukaan Badminton Campus League Season 1 Regional Semarang di Polytron Stadium Universitas Diponegoro (Undip), Rabu (26/8).
Basri merupakan salah satu mantan pemain Pelatnas PBSI pada rentang tahun 1975-180 itu. Setelah mengakhiri kiprahnya sebagai atlet, ia turut berperan dalam pembinaan badminton di Jawa Tengah.
Menurut Basri, Campus League memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menguji kemampuan dalam kompetisi. Dari persaingan tersebut, ia berharap muncul pemain yang mampu berkembang hingga masuk dalam radar pembinaan nasional.
“Campus League ini merupakan wadah untuk menguji kemampuan atlet di tingkat kampus, yang diharapkan akan muncul di Pelatnas nanti. Jadi pembinaan tidak hanya dari klub, tapi dari sekolah dan universitas-universitas."
Basri menilai keberadaan kompetisi rutin di kampus dapat menjadi bagian penting dalam memperluas talent pool badminton Indonesia. Perguruan tinggi memiliki jumlah mahasiswa yang besar dan berpotensi menjadi tempat berkembangnya atlet muda.
"Harapan kita, nomor satu menggugah semua universitas bahwa badminton adalah salah satu olahraga utama di Indonesia. Kita berharap di kampus-kampus itu menyelenggarakan pelatihan-pelatihan."
Menurut Basri, pengembangan olahraga kampus juga dapat belajar dari sistem di Amerika Serikat yang menempatkan mahasiswa sebagai bagian penting dalam pembinaan atlet.
"Sama seperti Amerika, mereka juga atlet-atletnya banyak tumbuh dari kalangan mahasiswa,” ucap pria yang pernah melatih PB Djarum Kudus itu. (GAP)
Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.
Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.