Campus League Dikemas World Class, Atlet Dapat Eksposur
Referee PBSI Soroti Pentingnya Pengemasan Kompetisi Profesional

Perwakilan dari Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Latif Jaohari dan Tata Mulyana berbicara dalam Technical Meeting di GOR Bandung, Sabtu (19/9) - (Foto: Fahmi Abdushshofi/Campus League)
Perwakilan sekaligus Referee PBSI, Latif Jaohari, menilai Campus League memiliki nilai lebih karena mampu menghadirkan kompetisi mahasiswa dengan pengemasan profesional dan berstandar dunia.
Menurutnya, kualitas penyelenggaraan tersebut tidak hanya membuat pertandingan lebih menarik untuk disaksikan, tetapi juga membuka eksposur yang besar bagi student-athlete dan kampus yang mereka wakili.
Apalagi, pertandingan dapat dinikmati melalui berbagai kanal siaran, sehingga kiprah atlet mahasiswa tidak berhenti di lingkungan kampus, melainkan dapat menjangkau publik yang lebih luas.
“Pengemasan dari Campus League ini sudah sangat profesional, sudah world class. Kita bisa lihat bersama di setiap sisi, semua well prepared ya,” kata Latif saat ditemui di GOR KONI Bandung, Jawa Barat, Senin (21/9), seusai opening ceremony The Nationals.
Menurut Latif, kehadiran panggung dengan kemasan profesional dapat menjadi awareness bagi mahasiswa maupun kampus yang belum mengikuti Campus League. Mereka dapat melihat bahwa kompetisi antarstudent-athlete juga mampu dikemas dengan standar yang memberikan pengalaman dan nilai eksposur seperti kompetisi yang lebih besar.
“Sehingga mereka akan bisa membayangkan ketika nanti ikut mereka mendapatkan eksposur sebagai student-athlete dan juga tentu kampusnya akan mendapatkan eksposur lebih melalui kompetisi ini,” ujarnya.
Eksposur tersebut semakin luas karena Campus League menghadirkan pertandingan melalui sejumlah kanal, termasuk YouTube, TVRI Sport, dan RCTI Plus. Bagi Latif, hal ini menjadi salah satu manfaat penting yang dapat diperoleh atlet sekaligus institusi pendidikan.
“Jadi, mereka akan aware bahwa melalui kegiatan Campus League ini, eksposur mereka sebagai student-athlete dan juga kampus mereka itu akan sangat bagus, sehingga benefitnya bagi kampus ini luar biasa,” tutur Latif.
Tingginya Level Persaingan The Nationals
Di balik pengemasan yang profesional tersebut, The Nationals juga menghadirkan tantangan kompetitif yang tidak kalah besar. Latif melihat level persaingan meningkat karena babak nasional mempertemukan para pemain terbaik dari setiap region. Kondisi itu membuat pertandingan, terutama ketika memasuki partai puncak, berlangsung semakin sengit.
“Tentunya karena ini fase puncak ya, semua yang terbaik dari setiap regional datang. Semua pemain top-topnya. Maksudnya persaingan pasti lebih sengit, permainan dipastikan lebih sengit,” kata Latif.
Menurutnya, setiap pertandingan di The Nationals memiliki arti penting. Para pemain tidak hanya dituntut memiliki kemampuan fisik dan teknik, tetapi juga harus mampu menjaga fokus ketika menghadapi tekanan pertandingan.
“Di lapangan itu hanya orang yang siap dan fokus pada game tersebut yang akan mampu memenangi pertandingan,” ujarnya.
Latif bahkan menyebut persaingan di tahap tersebut sudah memasuki perang mental dan psikologis. Daya tahan menjadi penting karena pertandingan dapat berlangsung panjang dan semakin menekan ketika kualitas pemain berimbang.
“Di sini sudah perang mental dan bahkan perang psikologis yang lebih tinggi lagi sehingga fokus dan daya tahan menjadi paling penting untuk para pemain, ketika bertanding di level final tersebut,” pungkasnya. (DT)