Cedera Tak Hentikan Fajar/Ridho Raih Medali Emas
Main Lepas Tanpa Ekspektasi Berlebihan

Fajar Putra Setiawan/Ridho Ma’Sum Firdaus tetap mampu tampil sebagai juara ganda putra Badminton Regional Bandung Season 1 meski harus melewati tantangan cedera. Wakil Universitas Komputer Indonesia (Unikom) itu menaklukkan pasangan Universitas Trisakti, Gilang Pramunantion/Miftah Ilman Katami, 15-10, 17-15 di GOR KONI Bandung, Rabu (16/9).
Perjalanan menuju gelar tidak mudah bagi Fajar, terutama saat menghadapi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) di semifinal. Kondisi pergelangan kakinya yang belum fit membuat laga tersebut menjadi ujian terberat sebelum mencapai partai puncak. “Saya juga sebenarnya lagi kurang fit dengan cedera ankle-nya. Cuman tadi ya masih berusaha lah ngelawan UNJ,” kata Fajar.
Sejak awal, Fajar/Ridho memang memiliki target menjadi juara. Namun, kondisi lawan yang dinilai kuat membuat mereka memilih bermain lepas tanpa membebani diri dengan ekspektasi berlebihan. “Target pasti ada. Kalau expect gak ada sih soalnya musuhnya berat-berat dari awal. Tapi nothing to lose sih,” ujar Fajar.

Strategi tersebut membawa mereka melewati tekanan hingga akhirnya mengunci gelar. Bahkan bagi Fajar, hasil tersebut berada di luar ekspektasi pribadi karena harus bermain dalam kondisi cedera. “Mungkin di luar ekspektasi saya sih karena ekspektasi saya cuma ya penting main aja, karena lagi cedera juga,” katanya.
Gelar tersebut sekaligus membawa trofi ganda putra ke Unikom. Fajar mengakui motivasi untuk memberikan hasil terbaik bagi kampus ikut mendorongnya tetap bertanding. “Kalau boleh dibilang dipaksanya tuh karena motivasi, karena darah Unikom juga,” tuturnya.
Kini, Fajar/Ridho membawa modal kepercayaan diri untuk kompetisi berikutnya. Target mereka tetap sama, yakni kembali mengejar juara dengan menjaga kondisi dan memaksimalkan setiap pertandingan. “Target kita juara sih. Kita cukup berdoa dan jaga kondisi juga, percaya satu tim aja,” kata Ridho. (DT)