icon-logo-campus-league
icon-logo-campus-league
icon-logo-campus-league
Berita
17 Okt 2026

Demi Passion Futsal, Haisnin Mikail Rela Bolak-balik

Mahasiswa Kedokteran yang Berjuang di Dua Dunia

CL - UB Haisnin Mikail Musadat 1.jpg

Anchor Universitas Brawijaya (UB) Haisnin Mikail Musadat melakukan shooting dalam laga menghadapi Universitas Surabaya (Ubaya) di GOR Futsal Pertamina ITS, Surabaya, Kamis (15/10). (Foto: Jaya Pratama/Campus League)

Bagi Haisnin Mikail Musadat, kecintaan pada olahraga bola tendang yang tumbuh sejak kecil tak lantas padam setelah dirinya diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (UB).

Meski kini berstatus mahasiswa semester tiga dengan jadwal kuliah yang padat, ia tetap berusaha menjaga passion-nya lewat Tim Futsal Putra UB yang berlaga di Campus League Futsal Regional Surabaya. "Saya dan teman-teman di tim, rela PP (pulang-pergi). itu keputusan saya, dan ya memang sudah keinginan bersama," katanya di GOR Futsal Pertamina ITS, Surabaya, Kamis (15/10).

Keputusan itu bukan perkara mudah. Di tengah tuntutan akademik yang tinggi, Haisnin harus menghadapi situasi ketika jadwal ujian dan pertandingan futsal berlangsung berdekatan, bahkan berbenturan. Namun, meninggalkan lapangan bukan pilihan yang ingin diambilnya begitu saja.

CL - UB Haisnin Mikail Musadat 2.jpg

Pemain Universitas Brawijaya (UB) Haisnin Mikail Musadat menjaga ketat lawannya di GOR Futsal Pertamina ITS, Surabaya, Kamis (15/10). (Foto: Jaya Pratama/Campus League)

Menikmati Intensitas Olahraga

Kecintaannya pada olahraga sudah terbentuk jauh sebelum mengenakan jas almamater UB. Sedari awal, pemain yang punya panggilan Mail ini, mengikuti akademi sepak bola di kota asalnya.

Latihan rutin dan atmosfer kompetitif menjadi bagian dari kesehariannya. Karena itu, ketika memasuki dunia perkuliahan, ia tetap mencari kesempatan untuk merasakan intensitas latihan yang pernah dinikmatinya.

“Saya dari kecil itu memang sudah ikut akademi sepak bola di kotaku. Jadi emang udah dari kecil itu kalau ditanya mau cita-cita apa, ya main bola, main bola, main bola,” ucapnya polos, sembari tertawa gembira.

Sayangnya, kehidupan mahasiswa kedokteran tidak memberinya banyak kelonggaran. Jadwal kuliah yang padat membuat waktu latihan sulit dicocokkan. Padahal, baginya, latihan bersama tim kampus menghadirkan pengalaman berbeda sekaligus kesempatan untuk tetap berkembang sebagai pemain.

“Kalau di FK kan ya nggak bisa dipungkiri, kita pun mau latihan juga susah nyari jadwalnya karena sepadet itu jadwalnya,” tambahnya.

Rela bolak-balik demi kuliah dan futsal

Tantangan terbesar Haisnin terasa saat Campus League Futsal Regional Surabaya berlangsung bertepatan dengan periode ujian fakultasnya. Selama dua pekan, ia harus menjalani ujian yang berlangsung dari Senin hingga Jumat, sementara agenda pertandingan menuntutnya hadir bersama tim di luar kota.

Alih-alih memilih salah satu, Haisnin mencoba mencari jalan agar keduanya tetap bisa dijalani. Ia mempersiapkan materi ujian sedini mungkin, memanfaatkan waktu belajar yang tersedia, dan mengatur perjalanan antara berjarak 100 km lebih. Ia bahkan harus kembali ke Malang untuk mengikuti ujian selepas laga awal, kemudian berangkat lagi esoknya ke Surabaya demi pertandingan.

“Kalau ada info, misalnya dua minggu lagi ada ujian, ya udah mulai persiapan jauh hari untuk ujiannya. Itu aku siapin biar nanti main futsal juga bisa tetap jalan,” tuturnya.

Perjuangan itu menggambarkan betapa besar usaha yang harus dilakukan mahasiswa-atlet untuk menjaga dua tanggung jawab sekaligus. Waktu istirahat dan belajar menjadi lebih terbatas, sedangkan perjalanan pulang-pergi menambah tantangan tersendiri.

Mail sendiri menuju Surabaya menggunakan kereta, sementara beberapa rekannya memilih moda transportasi lain atau pulang ke Malang untuk menyelesaikan urusan perkuliahan. "Hari pertama kita barengan naik bus. Lalu saya (naik) kereta, yang lain ada yang motoran (naik motor), itu kurang lebih bisa dua atau dua setengah jam."

CL - UB Haisnin Mikail Musadat 3.jpg

Pemain Universitas Brawijaya (UB) Haisnin Mikail Musadat menjaga ketat lawannya di GOR Futsal Pertamina ITS, Surabaya, Kamis (15/10). (Foto: Jaya Pratama/Campus League)

Tetap Ingin Jadi Dokter

Kesempatan mengikuti kompetisi ini pun tidak datang tanpa pertimbangan. Hasinin memahami bahwa pendidikan kedokteran memiliki tanggung jawab besar karena berkaitan dengan keselamatan manusia.

Kampus memberikan dispensasi untuk mahasiswa yang mewakili universitas, tetapi ia tetap menyadari bahwa kewajiban akademik tidak bisa diabaikan. "Setiap fakultas punya kebijakan berbeda. Tapi saya dapat (dispensasi), dan nanti memang ada yang ikut ujian susulan, pas di jadwal pertandingan yang kosong itulah saya bisa ujian susulan. Itu saya atur," ungkapnya.

Dukungan orang tuanya juga disertai pesan agar prestasi kuliahnya tetap terjaga. Selama mampu bertanggung jawab dan mempertahankan performa akademik, ia mendapat kesempatan untuk terus bermain. Baginya, tantangan ini justru menuntut kedisiplinan lebih besar dalam mengatur waktu.

“Coba kita balancing aja sih mas, biar akademiknya juga tetap top performance, dan saya juga masih bisa ngikutin,” ungkapnya.

Baginya, bermain bukan berarti mengesampingkan cita-cita akademik. Ia ingin tetap menjalani pendidikan kedokteran dengan baik, tanpa kehilangan bagian dari dirinya yang sudah mencintai sepak bola sejak kecil. "Iya, tetap saya mau jadi dokter umum. Kalau itu tetap ya jadi tujuan saya."

Passion yang tak ingin ditinggalkan

Sebelum tampil di Campus League, Haisnin sempat mendapat kesempatan mengikuti proses scouting untuk sebuah tim di ajang lain. Namun, agenda tersebut harus dilewatkan karena berbenturan dengan kegiatan fakultas.

Ketika kesempatan membela UB di Campus League datang, ia kembali berusaha mencari cara agar kecintaannya pada futsal tetap mendapat ruang. "Kalau saya, ya tetap harus ikut (kompetisi), karena saya memang butuh ada di pertandingan."

Kini, bersama Tim Futsal Putra UB, ia berusaha memberikan kontribusi terbaik di Campus League Futsal Regional Surabaya. Tantangannya bukan hanya menghadapi lawan di lapangan, melainkan juga memastikan setiap ujian dan kewajiban kuliah tetap tertangani.

Di tengah jadwal yang saling berbenturan, Haisnin menunjukkan bahwa passion membutuhkan lebih dari sekadar keinginan. Ada persiapan, pengorbanan waktu, dan tanggung jawab yang harus dijalani.

Ia tak ingin meninggalkan futsal hanya karena padatnya kuliah kedokteran. Sebaliknya, ia berusaha membuktikan bahwa kecintaan pada olahraga dan perjuangan meraih masa depan bisa berjalan beriringan. (DT)

Share to others
Share on XShare on FacebookShare on WhatsApp

Berita Terkait

OUR SPONSOR

Main Sponsor of Campus League

Main Sponsor of Campus League

Main Sponsor of Kalimantan Region

Main Sponsor of Kalimantan Region

Official E-Commerce Partner

Official E-Commerce Partner

Official Ready to Drink Coffee Partner

Official Ready to Drink Coffee Partner

Official Mineral Water Partner

Official Mineral Water Partner

Official Sport Wear Partner

Official Sport Wear Partner

Official Watch Partner

Official Watch Partner

Official Badminton Gear & Apparel

Official Badminton Gear & Apparel

Official Sneakers & Lifestyle Retail Partner

Official Sneakers & Lifestyle Retail Partner

Official Package Coffee

Official Package Coffee

Official Hospital Partner

Official Hospital Partner

Official Isotonic Drink Partner

Official Isotonic Drink Partner

Official Internet Provider Partner

Official Internet Provider Partner

Official Analgesic & Pain Relief Partner

Official Analgesic & Pain Relief Partner

Official Basketball Equipment Partner

Official Basketball Equipment Partner

Official Futsal Equipement

Official Futsal Equipement

Official Swimming Gear Partner

Official Swimming Gear Partner

Official Sport Retail Partner

Official Sport Retail Partner

Official Ticketing Partner

Official Ticketing Partner

Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.

Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.

Campus League2026