icon-logo-campus-league
icon-logo-campus-league
icon-logo-campus-league
Berita
10 Nov 2025

Dua Pelatih, Satu Semangat Kepahlawanan di Lapangan

Pelatih Tidak Hanya Urus Taktik

Dua Pelatih, Satu Semangat Kepahlawanan di Lapangan

Di panggung Campus League Futsal Regional Yogyakarta 2025, dua kisah datang dari dua kota berbeda, tapi berjumpa pada satu makna yang sama: pelatih bukan sekadar pengatur taktik, tetapi penjaga api semangat.

Dari Tim Putri Universitas Tidar Magelang dan Tim Putra Universitas Surabaya, hadir dua figur yang dipanggil dengan hormat: Coach Nanang Oktanto dan Coach Randy Achmad Zulkarnaen. Di hari-hari kompetisi yang penuh tekanan, keduanya menjadi gambaran nyata bagaimana kepahlawanan bisa hadir dalam bentuk paling sederhana: mendampingi, mengarahkan, dan merawat.

“Coach adalah sosok pahlawan karena dia menengahi masalah dan memimpin tim,” ujar Sahastian Ayu Kusumaningtyas, kapten Tim Futsal Putri Universitas Tidar.

Ia mengenang bagaimana Coach Nanang tidak hanya memikirkan strategi, tetapi juga menjaga hati para pemainnya tetap utuh. Ketika suasana memanas atau suara dalam tim mulai berbeda arah, pelatih mengajak bicara satu per satu, bukan untuk menggurui, melainkan untuk memahami. “Serahkan soal salah atau benar ke pelatih,” pesan Sahastian kepada juniornya.

Sahastian telah melalui banyak turnamen bersama timnya, meski gelar juara belum datang. Kompetisi futsal putri di Magelang minim, sehingga mereka kerap harus menempuh perjalanan jauh ke Yogyakarta untuk mendapatkan panggung.

Campus League ini menjadi momen terakhirnya sebelum ia lulus. Bukan trofi yang ia kejar, tetapi warisan nilai: tim yang solid lahir dari rasa saling menguatkan. Di sinilah tiga pilar Campus League terasa hidup: akademis yang harus dijaga, atletisme yang dibentuk lewat disiplin, dan empati yang merawat kebersamaan.

Di sisi lain lapangan, ada cerita dari seorang pencetak gol yang namanya mulai diperbincangkan: Hezkia Pardamean Purba, mahasiswa Akuntansi Universitas Surabaya. Ia mencatat 9 gol di fase grup, termasuk 8 gol dalam satu laga. Namun ketika ditanya tentang sumber kekuatannya, ia tidak menyebut statistik, tapi menyebut nama pelatihnya.

“Pelatih itu pahlawan buat kami. Dia ninggalin kerjaannya demi nemenin dan arahin tim,” kata Hezkia tentang Coach Randy Achmad Zulkarnaen.

Ia menjelaskan bagaimana Coach Randy menjadi penenang di ruang ganti, terutama saat tekanan tinggi menghampiri.

“Pelatih selalu bilang, main tanpa beban, tetap tenang, percaya diri, fokus,” lanjutnya. Kata-kata sederhana, tetapi cukup untuk menjaga kepala tetap dingin dan hati tetap tegak.

Perjalanan Hezkia bukanlah selalu di jalan lurus. Anak Kalimantan Timur ini mulai dari sepak bola kecil-kecilan, lalu menjadi kiper di berbagai turnamen nasional, sebelum akhirnya berpindah posisi atas saran orang tua. Di kampus, ia menyeimbangkan pelajaran akuntansi yang penuh hitungan dengan futsal yang penuh insting. Di situ, pilar akademis dan atletisme bertemu dalam satu ritme.

Namun sebagaimana Tim Untidar, Tim Ubaya pun merasakan pahitnya diremehkan. Ada kekalahan, ada keraguan, ada momen ingin menyerah. Tapi seperti kata Hezkia, “Yang penting saling support, kompak, semangat bareng, dan terima hasil apapun.” Mereka memilih berjalan bersama, tidak saling menyalahkan, dan tetap menaruh hormat kepada proses.

Pada akhirnya, hasil kompetisi tidak selalu sejalan dengan usaha. Tim Ubaya harus tersingkir dari penyisihan grup Campus League musim ini karena selisih gol. Sementara perjalanan Sahastian akan segera berakhir seiring masa studinya. Namun, makna Hari Pahlawan 10 November tidak pernah menuntut kemenangan final. Ia menuntut keberanian untuk tetap melangkah.

Dan dalam langkah itu, para pelatih hadir bukan untuk berdiri paling depan, tetapi untuk memastikan setiap pemain berani mengambil satu langkah lagi.

Share to others
Share on XShare on FacebookShare on WhatsApp

Berita Terkait

OUR SPONSOR

Main Sponsor of Campus League

Main Sponsor of Campus League

Main Sponsor of Kalimantan Region

Main Sponsor of Kalimantan Region

Official E-Commerce Partner

Official E-Commerce Partner

Official Ready to Drink Coffee Partner

Official Ready to Drink Coffee Partner

Official Mineral Water Partner

Official Mineral Water Partner

Official Sport Wear Partner

Official Sport Wear Partner

Official Watch Partner

Official Watch Partner

Official Badminton Gear & Apparel

Official Badminton Gear & Apparel

Official Sneakers & Lifestyle Retail Partner

Official Sneakers & Lifestyle Retail Partner

Official Package Coffee

Official Package Coffee

Official Isotonic Drink Partner

Official Isotonic Drink Partner

Official Internet Provider Partner

Official Internet Provider Partner

Official Analgesic & Pain Relief Partner

Official Analgesic & Pain Relief Partner

Official Basketball Equipment Partner

Official Basketball Equipment Partner

Official Swimming Gear Partner

Official Swimming Gear Partner

Official Sport Retail Partner

Official Sport Retail Partner

Official Hospital Partner

Official Hospital Partner

Official Ticketing Partner

Official Ticketing Partner

Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.

Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.

Campus League2026