
Viko Mahadika (kiri) dan Labib Mubarok berpose setelah menang di perempat final ganda putra Regional Semarang. (Foto: Jaya Pratama/Campus League)
Pasangan ganda putra Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA), Labib Aflah Mubarak/M. Viko Mahadika, membuat kejutan di Badminton Campus League Regional Semarang.
Labib/M. Viko menyingkirkan pasangan unggulan pertama, Kimi Rafael Lazarro/Muhamad Kharisna dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Bertanding pada perempat final, Labib/Viko sempat kehilangan gim pertama. Namun, mereka mampu bangkit dan membalikkan keadaan untuk mengamankan kemenangan 11-15, 15-11, 15-11 sekaligus melangkah ke semifinal.
Kemenangan tersebut terasa semakin spesial karena Labib/Viko harus menghadapi tekanan sejak awal. Status sebagai nonunggulan membuat mereka datang tanpa beban, tetapi nama besar lawan sempat membuat keduanya merasa tertekan.
“Sekarang perasaan pertama yang utama senang. Di lapangan terasa agak pressure karena lawan seed pertama. Alhamdulillah bisa melewati babak delapan besar ini dan masuk ke semifinal,” kata Labib.
Pada gim pertama, Labib/Viko belum mampu mengeluarkan permainan terbaik. Mereka masih terburu-buru dan kesulitan membaca pola permainan Kimi/Kharisna.
“Set pertama itu kayak buru-buru dan belum tahu cara mainnya mereka. Set kedua kita lebih fokus dan akhirnya set ketiga, syukur bisa memenangkan pertandingan ini,” ujar Viko.

Aksi Labib/Viko saat bertanding di Perempat Final ganda putra Regional Semarang. (Foto: Jaya Pratama/Campus League)
Perubahan permainan mulai terlihat pada gim kedua. Labib/Viko tampil lebih tenang dan mampu menjaga fokus. Mereka kemudian memanfaatkan momentum tersebut untuk merebut gim kedua sebelum memastikan kemenangan pada gim penentuan.
Bagi Viko, ketenangan menjadi salah satu kunci kebangkitan mereka. Tekanan karena menghadapi unggulan pertama tidak boleh membuat permainan berantakan.
“Yang pertama pasti kuncinya tenang, fokus terus. Yang terakhir rezeki, rezeki-rezekian,” kata Viko.
Labib menambahkan, komunikasi dengan pasangan juga menjadi faktor penting. Saling mengingatkan di tengah pertandingan membantu keduanya tetap berada dalam permainan, terutama ketika menghadapi situasi sulit.
“Komunikasi sih yang penting, sesama partner. Saling ngingetin, walaupun agak mungkin kurang nyaman cara ngingetinnya, tapi ya demi kebaikan bersama,” ujar Labib.
Labib mengakui sempat merasa minder ketika mengetahui harus berhadapan dengan unggulan pertama. Namun, mereka berusaha melepas tekanan tersebut dan bermain lebih lepas.
“Itu sempat. Waktu pertandingan sempat, wah ini lawannya unggulan. Mungkin agak lepas atau seperti apa,” tuturnya.
Kemenangan atas Kimi/Kharisna mengantarkan Labib/Viko ke semifinal sekaligus melangkah ke The Nationals. Mereka pun mulai menyiapkan diri menghadapi persaingan yang lebih berat.
“Yang pasti kita tidak main-main untuk persiapan Nationals ini. Kita pasti memaksimalkan sebelum berangkat. Latihannya juga lebih ditambah buat persiapan ke depannya, entah itu pagi, sore, atau tiap hari,” tegas Labib. (GAP)
Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.
Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.