Juara Tunggal Putra Regional Bandung Milik Nopriansyah Adi Gunawan
Lewati Adangan dan Perlawanan Sengit dari Bagus Suyarto

Nopriansyah Adi Gunawan menggigit medali emas yang diraihnya sebagai juara tunggal putra Regional Bandung. (Foto: Fahmi Abdushshofi/Campus League)
Nopriansyah Adi Gunawan dari Universitas Bhayangkara Bekasi (Ubhara) menjadi juara tunggal putra Badminton Regional Bandung Season 1. Ia mengalahkan M. Bagus Suyarto dari Universitas Budi Luhur (UBL) dua gim langsung 15-12, 16-14.
Nopriansyah langsung mengambil inisiatif pada awal gim pertama. Ia membuka laga dengan keunggulan 2-0 dan terus mencoba menjaga tekanan kepada Bagus.
Bagus yang sempat terlambat menemukan ritme permainan perlahan mulai mengejar. Perolehan poin pun berjalan lebih ketat ketika pertandingan memasuki pertengahan gim.
Nopriansyah tidak membiarkan momentum beralih. Ia tetap menjaga permainan dan berusaha mempertahankan jarak hingga memasuki poin-poin akhir.
Tekanan Bagus belum cukup untuk membalikkan keadaan. Nopriansyah akhirnya menutup gim pertama dengan skor 15-12.

Aksi Nopriansyah Adi Gunawan saat menghadapi Bagus Suyarto di laga final Regional Bandung. (Foto: Fahmi Abdushshofi/Campus League)
Memasuki gim kedua, Bagus mencoba bangkit. Permainan berjalan lebih ketat dan wakil UBL berusaha terus menempel perolehan angka Nopriansyah.
Namun, upaya Bagus beberapa kali terhambat oleh kesalahan sendiri. Situasi tersebut dimanfaatkan Nopriansyah untuk kembali mengamankan poin-poin penting.
Bagus tetap berusaha mengejar hingga fase akhir. Selisih angka yang tipis membuat setiap reli menjadi krusial. Nopriansyah harus menjaga konsentrasi agar tidak kehilangan keunggulan yang sudah dibangun.
Pertandingan akhirnya memasuki poin-poin tambahan. Nopriansyah mampu bertahan dari tekanan dan menutup gim kedua dengan skor 16-14.
Kemenangan tersebut memastikan Nopriansyah mengunci gelar juara tunggal putra Badminton Regional Bandung Season 1.
Sementara itu, Bagus harus puas menjadi runner-up. Ia gagal memaksa pertandingan berlanjut ke gim ketiga setelah Nopriansyah mampu mengatasi tekanan hingga poin terakhir. (GAP)

