
CEO Campus League, Ryan Gozali bersama dengan Wakil Rektor I bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Diponegoro, Prof. Dr.rer.nat. Ir. Heru Susanto, S.T., M.M., M.T.
Badminton Campus League Season 1 menjadi kejuaraan pertama di Indonesia yang menerapkan format pertandingan terbaru dari Badminton World Federation (BWF).
Regional Semarang menjadi seri pembuka yang menggunakan sistem poin baru yang nantinya akan berlaku secara resmi dalam kompetisi di bawah naungan BWF.
Perubahan paling terlihat pada nomor perorangan. Sistem 21 poin yang selama ini digunakan digantikan dengan format 15 poin.
Sementara itu, nomor beregu menggunakan sistem best of three sets dengan perhitungan poin kumulatif atau relay point. Setiap set yang mencakup lima partai dimainkan hingga total 55 poin.
Aturan tersebut memang belum menjadi standar resmi seluruh kompetisi BWF pada 2026. Namun, sistem baru itu telah ditetapkan untuk mulai digunakan pada Januari 2027.
Campus League memilih memperkenalkan format tersebut lebih awal. Campus League Badminton Season 1 menjadi kesempatan bagi para student-athlete untuk mengenal sekaligus beradaptasi dengan perubahan sistem pertandingan.
CEO Campus League Ryan Gozali mengatakan keputusan tersebut diambil setelah adanya kepastian mengenai perubahan regulasi. Menurutnya, semakin cepat pemain terbiasa, semakin besar pula kesiapan mereka ketika sistem baru mulai diterapkan secara luas.
“Kami ingin curi start karena sudah ada kepastian bahwa akan ada aturan baru yang digunakan. Kami ingin orang-orang lebih familiar,” kata Ryan Gozali.
Bagi Campus League, perubahan ini bukan sekadar mengganti angka 21 menjadi 15 dalam kategori individu. Format baru turut mengubah karakter pertandingan.
Dalam sistem 15 poin, pemain dituntut untuk langsung menemukan ritme sejak awal. Ruang melakukan kesalahan pun semakin sempit karena setiap poin memiliki arti penting.
Hal serupa terjadi pada nomor beregu dengan sistem relay point hingga 55 poin. Setiap tim harus menyusun strategi dengan pendekatan berbeda karena perolehan poin dari satu partai akan berlanjut ke partai berikutnya.
Setiap pemain pun memiliki peran penting dalam menjaga maupun menambah keunggulan sebelum pertandingan diteruskan oleh rekan satu timnya.
Ryan menilai penerapan sistem tersebut sejak sekarang memberikan pengalaman baru, bukan hanya bagi pemain, tetapi juga perangkat pertandingan.
“Karena permainan 55 poin strateginya berbeda dengan yang sebelumnya. Jadi, perangkat pertandingan juga bisa lebih terbiasa,” kata Ryan Gozali.
“Kami bekerja sama dengan PBSI agar mereka mendapatkan kesempatan untuk lebih efisien menjalani pertandingan dengan aturan baru,” tuturnya menambahkan.
Pertimbangan Campus League juga mengarah pada kesiapan jangka panjang. Ketimbang mempertahankan format lama sampai aturan baru resmi berlaku, kompetisi ini memilih beradaptasi lebih awal.
“Jadi kami memikirkan semua itu. Setelah aturan yang baru dimasukkan, kami pikir untuk jangka panjang. Ya sudah, kami pikir yang long term,” kata Ryan.
Setelah Regional Semarang, Badminton Campus League Season 1 akan berlanjut ke Bandung pada 16-19 September 2026. Regional Bandung akan mempertemukan tim-tim dari Jawa Barat, Jabodetabek, dan Sumatera. (GAP)
Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.
Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.