Khaddaffy/Ardelia Juara Ganda Campuran The Nationals
Hadapi Laga Berat Melawan Pasangan UNJ

Khaddaffy/Ardelia berpose setelah memastikan diri juara The Nationals. (Foto: Fahmi Abdushshofi/Campus League)
Pasangan ganda campuran Universitas Budi Luhur (UBL) Khaddafy Ramadhan/Alya Ardelia menjadi juara Badminton The Nationals Season 1 setelah melewati laga dramatis melawan pasangan Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Muhammad Halim/Alya Ardelia, di GOR KONI Bandung, Rabu (23/9/2026).
Khaddafy/Alya harus bermain tiga gim sebelum memastikan gelar. Sempat kehilangan gim pertama 15-17, pasangan UBL bangkit pada dua gim berikutnya dan menang 15-8, 15-9.
Pertandingan berlangsung ketat sejak gim pembuka. Kedua pasangan saling mengejar angka dan tidak memberikan jarak yang cukup lebar. UNJ akhirnya mampu merebut gim pertama dengan skor 17-15.
Khaddafy/Alya kemudian mengubah permainan pada gim kedua. Mereka tampil lebih berani dan berusaha menjaga tekanan sejak awal. Perubahan tersebut membuahkan hasil karena pasangan UBL mampu mengamankan gim kedua 15-8.
Gim penentuan kembali berlangsung sengit. Khaddafy/Alya berusaha mempertahankan momentum, sementara pasangan UNJ terus memberikan perlawanan. UBL akhirnya mampu menjaga keunggulan hingga menutup gim ketiga 15-9.
Bagi Khaddafy, kemenangan tersebut tidak lepas dari semangat untuk tidak menyerah setelah tertinggal pada gim pertama. Ia juga membawa pengalaman dari pertemuan sebelumnya saat menghadapi pasangan UNJ pada Regional Bandung.
"Kuncinya dari saya semangat dan jangan mau kalah dari lawan.” kata Khaddafy.
Khaddafy mengakui pasangan UNJ menjadi tantangan tersendiri karena mereka pernah kalah pada pertemuan di regional. Kondisi tersebut membuatnya ingin tampil lebih siap pada pertandingan The Nationals.
“Waktu di regional kalah, kalau saya gak mau kalah dan harus lebih siap lagi aja.” tambahnya.
Kemenangan ini sekaligus menjadi pencapaian yang ingin dibawa Khaddafy untuk kampusnya. Ia berharap prestasi tersebut bisa berlanjut pada kesempatan berikutnya.
Alya juga menyoroti permainan pasangan UNJ, terutama peran Halim di depan net. Menurutnya, situasi tersebut membuat ia dan Khaddafy harus bermain lebih yakin serta berusaha membuka celah dari permainan depan.
"Main yakin aja, Kak Halim nutupnya juga bagus dan mau gak mau main depannya harus rapi,” ucap Ardel.
Setelah memastikan gelar The Nationals, Alya berharap hasil tersebut bukan menjadi pencapaian terakhir. Ia ingin terus meraih prestasi bersama kampusnya pada berbagai kesempatan berikutnya.
"Harapan kita mau kita bisa juara terus di mana-mana.” tutup Ardel. (GAP)

