Kiper Unsoed Belajar Public Speaking dari Futsal
Jundi Fadhillah Menambah Ilmu dan Relasi

Aksi kiper sekaligus kapten Unsoed, Jundi Fadhillah saat melawan UIN Sunan Kalijaga, beberapa waktu lalu. (Foto: Fahmi Abndushshofi/Campus League)
Posisi penjaga gawang ternyata bisa menjadi medium untuk melatih kemampuan komunikasi. Coba tanyakan itu kepada Jundi Fadhillah, kapten sekaligus kiper tim futsal Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) yang tampil di Regional Jogja Season 1 ini.
Sebagai kiper, Jundi terbiasa mengatur rekan setim dari belakang. Pengalaman itu pelan-pelan mengajarkannya soal kerja sama hingga public speaking lewat futsal.
Jundi sudah menyukai futsal sejak duduk di bangku SMP kelas 3, tepatnya saat awal pandemi Covid-19. Dukungan teman-teman menjadi salah satu alasan dirinya semakin tertarik menekuni olahraga tersebut. Kini, futsal bukan cuma menjadi kegiatan yang menyenangkan, tetapi juga tempatnya mendapat banyak pengalaman baru.
“Saya juga banyak menambah pengalaman di futsal. Tambah keahlian, skill-skill, terus nambah teman juga, nambah relasi. Pokoknya banyak banget positifnya di futsal,” ujar Jundi.
Pengalaman itu terasa berbeda ketika Jundi mendapat tugas menjaga gawang. Posisi kiper membuatnya harus membaca pergerakan pemain dari belakang sekaligus memberi arahan kepada rekan setim. Komunikasi menjadi bagian penting agar koordinasi pertahanan tetap terjaga.
Tanggung jawabnya bertambah ketika dipercaya menjadi kapten Unsoed, terlebih saat tampil di Campus League Futsal Regional Jogja Season 1.
Jundi tak hanya dituntut menjaga gawang, tetapi juga menyampaikan instruksi, mengingatkan rekan setim, dan menjaga komunikasi di lapangan.
“Karena mungkin saya posisi kiper, dan itu saya mengarahkan dari belakang buat teman-teman semuanya. Jadi, otomatis skill buat teamwork. Terus ketika saya jadi kapten, public speaking ke teman-teman, mengarahkan teman-teman, nah itu saya dapatkan,” katanya.
Kemampuan komunikasi itu juga terpakai ketika bertemu pemain baru. Setiap pemain punya kebiasaan dan cara bermain berbeda. Bagi Jundi, membangun kerja sama dengan orang-orang baru menuntutnya untuk bisa berkomunikasi dengan baik.
Pengalaman di futsal pun membuat Jundi melihat olahraga ini sebagai sarana untuk mengembangkan diri. Selain meningkatkan kemampuan bermain, ia belajar bekerja dalam tim, membangun relasi, dan menyampaikan arahan dengan lebih baik.
Semua pengalaman itu kini dibawa Jundi saat memperkuat Unsoed di Campus League Futsal Regional Jogja Season 1. Sebagai kiper sekaligus kapten, ia punya peran penting menjaga koordinasi tim dari lini paling belakang.
“Terus kerja sama dengan teman-teman. Terus ketemu sama pemain-pemain baru, otomatis komunikasi harus bisa baik,” lanjutnya.
Aksi Jundi bersama Unsoed dan keseruan Campus League Futsal Regional Jogja Season 1 lainnya bisa disaksikan melalui kanal YouTube resmi Campus League. (GAP)

