
Jelang Campus League Badminton Season 1 yang akan berlangsung 19 Agustus hingga 26 September 2026, papan klasemen sementara Grand Champions sudah memanaskan persaingan antarkampus.
Berdasarkan klasemen sementara usai cabang olahraga basket bergulir, Universitas Surabaya (Ubaya) memimpin perolehan poin dengan 45 poin, disusul ketat Institut Perbanas Jakarta yang mengoleksi 35 poin.
CEO Campus League Ryan Gozali menjelaskan, klasemen yang saat ini dirilis masih bersifat sementara karena baru dihitung dari cabang olahraga basket. Penentuan juara Grand Champions baru akan dilakukan pada akhir musim Campus League melalui ajang UniGames yang berlangsung pada Desember 2026, setelah seluruh cabang olahraga selesai dipertandingkan.
"Klasemen sementara saat ini adalah 5 medali emas untuk Ubaya dan Perbanas, 5 medali perak untuk SCU dan UKSW, dan 5 medali perunggu untuk UPH dan Ubaya. Jadi itu klasemen sementara yang nanti di ujung musim Campus League di bulan Desember di UniGames akan dihitung semua," ujar Ryan Gozali.
Klasemen Sementara Grand Champions
Hasil sementara menunjukkan lima kampus telah masuk dalam klasemen, dengan lima di antaranya sudah mengoleksi medali dari cabang bola basket.
Ubaya berada di puncak klasemen karena selain mengoleksi lima medali emas, mereka juga telah mengamankan lima medali perunggu, sehingga total poinnya menjadi 45. Sementara Perbanas menempati posisi kedua dengan lima medali emas atau 35 poin.
Di posisi berikutnya terdapat UKSW dan Soegijapranata Catholic University yang sama-sama mengoleksi lima medali perak sehingga mengumpulkan 20 poin. UPH berada di peringkat kelima berkat lima medali perunggu atau 10 poin.
Sistem Poin Berbeda dari Klasemen Medali Konvensional
Campus League menggunakan sistem penilaian yang berbeda dari klasemen multi-event pada umumnya. Bila biasanya klasemen hanya mengutamakan jumlah medali emas, Campus League memberikan bobot poin pada setiap jenis medali.
Bobot medali untuk Grand Champions yaitu Emas yang bernilai 7 poin, Perak (4 poin), dan Perunggu (2 poin). Ryan menjelaskan filosofi tersebut dibuat agar persaingan lebih adil mengingat ukuran dan populasi mahasiswa setiap kampus di Indonesia sangat beragam.
"Untuk medali, kami ingin memberikan sebuah filosofi di belakang poin-poin ini. Kami translate medali emas itu tujuh poin, perak empat poin, dan medali perunggu dua poin."
Menurutnya, sistem tersebut memberi penghargaan terhadap setiap pencapaian atlet, bukan hanya medali emas.
"Kami juga sadar kalau dengan format perhitungan medali pada umumnya hanya menghitung emas saja. Padahal kampus di Indonesia sangat variatif. Ada yang mahasiswanya 60 ribu, ada yang 30, 15, bahkan hanya sekitar 5 ribu. Karena itu medali perak atau perunggu juga tetap memiliki nilai poin."
Sebagai contoh, Ryan menjelaskan perhitungan poin dari kampus yang sudah mengoleksi medali. "Sekarang Perbanas mengoleksi 35 poin karena lima medali emas dikalikan tujuh poin. Demikian juga Ubaya yang punya total 45 poin, itu dari kombinasi 5 emas (35 poin) ditambah 5 perunggu (10 poin)."
Jumlah Starter Menentukan Jumlah Medali
Keunikan lain sistem Grand Champions adalah jumlah medali dihitung berdasarkan jumlah pemain starter yang tampil di lapangan. Dengan demikian, setiap cabang olahraga memiliki kesempatan memberikan kontribusi poin yang seimbang terhadap klasemen keseluruhan.
Konsep ini menjadi bagian dari upaya Campus League untuk menempatkan seluruh cabang olahraga dalam posisi yang setara dalam perebutan gelar Grand Champions.
Beasiswa Rp4,1 Miliar Diperebutkan
Selain memperebutkan gelar Grand Champions, Campus League juga menyiapkan total beasiswa olahraga senilai Rp4,1 miliar. Sebanyak 10 kampus terbaik pada klasemen akhir akan menerima penghargaan tersebut.
"Di akhir musim nanti akan dihitung otomatis, dan akan memperebutkan hadiah beasiswa olahraga per orang Rp25 juta yang kami akan berikan untuk ranking 1-10 dengan prize pool sebesar Rp4,1 miliar," tambahnya.
Three Pillars Trophy Jadi Simbol Kampus Terbaik
Juara Grand Champions nantinya akan membawa pulang Three Pillars Trophy, trofi tertinggi Campus League yang merepresentasikan tiga pilar utama, yakni Academics, Athleticism, dan Affinity.
Trofi tersebut akan menjadi piala bergilir selama 30 tahun, sehingga setiap kampus yang berhasil menjadi Grand Champions akan mengukir namanya dalam sejarah Campus League.
Ke depan, persaingan dipastikan semakin sengit karena melalui ajang UniGames, Campus League akan mempertandingkan lebih banyak cabang olahraga bekerja sama dengan berbagai federasi olahraga nasional. Artinya, klasemen sementara saat ini masih sangat mungkin berubah sebelum penobatan Grand Champions pada akhir musim nanti.
Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.
Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.