
Tim UNS saat menerima penghargaan sebagai peringkat ketiga nomor beregu Regional Semarang. (Foto: Jaya Pratama/Campus League)
Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menjadi salah satu kampus paling sukses di Campus League Badminton Regional Semarang. Mereka membawa tiga gelar juara, ditambah podium peringkat ketiga dari nomor beregu.
Pencapaian tersebut tidak datang begitu saja. Persiapan selama empat pekan, simulasi pertandingan sebelum kompetisi, disiplin menjalani recovery, hingga mental untuk tidak menyerah menjadi jadi resep sukses tim badminton UNS.
UNS meraih gelar juara nomor ganda campuran melalui pasangan Adna Farrel Nugroho/Lintang Ari Rahmawati. Adna juga kembali naik podium tertinggi di nomor ganda putra bersama M. Khalil Munawar.
Dominasi UNS semakin terlihat pada nomor ganda putri. Dua pasangan asal kampus yang sama bertemu pada partai puncak dalam All UNS Final. Lintang Rahmawati/Tanaya Yafiyah akhirnya keluar sebagai juara setelah mengalahkan Ayuningtyas Putri Nur/Maghfiro Ah Aristi.
Perjalanan UNS di Regional Semarang juga ditutup dengan hasil positif pada nomor beregu. Tim asal Surakarta itu mengamankan peringkat ketiga setelah menundukkan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dengan skor 2-0.
Pelatih UNS, Stefanus Deby Pradipta, mengatakan persiapan menjadi fondasi utama di balik keberhasilan anak asuhnya. Sebelum tampil di Campus League, tim sudah lebih dahulu menjalani program latihan intensif.
“Kami untuk mempersiapkan Campus League ini berlatih kurang lebih empat minggu. Sebelum event ini, kami juga bertanding atau simulasi dulu di UGM Cup,” ujar Deby.

Lintang Ari Rahmawati dan Tanaya Yafiyah memamerkan medali juara di nomor ganda putri. (Foto: Jaya Pratama/Campus League)
Menurutnya, empat podium yang diraih UNS merupakan hasil kerja bersama. Bukan hanya perjuangan atlet di lapangan, tetapi juga peran tim pelatih, official, hingga dukungan dari orang-orang di luar pertandingan.
“Empat podium ini bukan hal yang mudah. Membutuhkan kesabaran, kerja sama, dan kerja keras dari para atlet, official, serta teman-teman yang mendukung, baik dari tribun maupun dari rumah,” katanya.
Persiapan fisik juga menjadi perhatian serius. Deby menilai latihan keras harus diimbangi dengan recovery yang tepat, terutama mengingat padatnya jadwal pertandingan di Campus League.
Dalam satu hari, seorang atlet bahkan bisa menjalani beberapa pertandingan. Kondisi itu membuat proses pemulihan menjadi sama pentingnya dengan program latihan.
“Kalau latihan keras, recovery-nya juga harus keras. Otot-otot atlet harus benar-benar dipersiapkan,” ucap Deby.
Tantangan sempat datang ketika beberapa pemain UNS mengalami cedera selama event di Polytron Stadium, Universitas Diponegoro, tersebut. Situasi paling menegangkan terjadi di semifinal ganda putri. Kedua pemain UNS sempat mengalami masalah fisik saat pertandingan.
Deby mengungkapkan, kondisi tersebut bahkan membuat wasit menyarankan timnya untuk menghentikan pertandingan. Namun, para pemain memilih tetap bertahan dan melanjutkan perjuangan.
“Kami menolak. Kami tetap berjuang dan akhirnya kategori ganda putri bisa menang dengan kondisi yang ada,” ujarnya.

Pasangan Adna Farrel/M Khalil saat bersandingan di final ganda putra. (Foto: Jaya Pratama/Campus League)
Mental bertanding menjadi faktor yang membuat para pemain mampu melewati situasi sulit tersebut. Namun, Deby menegaskan keberanian saja tidak cukup tanpa disiplin dalam menjalani pemulihan.
Tim pelatih memberikan arahan sederhana, mulai dari kompres es hingga stretching. Hal yang membuat permainan berjalan maksimal adalah kemauan para atlet untuk menjalankan instruksi.
“Kebetulan atlet kami tidak pemalas. Mereka rajin dan menuruti apa yang dikatakan pelatih. Selain itu mental mereka juga bagus. Mereka mau berjuang dalam kondisi seperti itu,” jelasnya.
Dapat Pengalaman di Campus League
Bagi Deby, Campus League juga memberikan pengalaman penting bagi tim badminton UNS. Selain mengejar prestasi, ajang ini menjadi kesempatan untuk membangun kekompakan dan mengasah mental bertanding.
Apalagi, persaingan tidak berhenti di Regional Semarang. Para pemain yang berhasil mencapai minimal perempat final kategori individu dan semifinal kategori beregu akan melanjutkan perjalanan ke level nasional.
“Campus Leaguei menjadi pengalaman yang sangat berharga karena yang masuk delapan besar dan semifinal akan melanjutkan perjalanan ke kancah nasional,” pungkas Deby.
Tiga gelar juara dan satu podium beregu menjadi bukti kesiapan UNS di Regional Semarang. Namun, bagi tim asal Surakarta tersebut, hasil itu jadi bekal menghadapi persaingan yang akan semakin ketat di The Nationals. (GAP)
Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.
Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.