Mahasiswi Binus Unjuk Gigi di Badminton Junior Dunia
Jolin Angelina Meraih Medali Perunggu

Jolin Angelia saat tampil di BWF World Junior Championship. (Foto: PBSI)
Jolin Angelia membuktikan kuliah dan prestasi olahraga bisa jalan beriringan. Atlet PB Djarum asal Medan yang menempuh studi B30 Business Management di BINUS Online itu baru saja membawa pulang medali perunggu dari BWF World Junior Championships (WJC) 2026 di Kairo, Mesir.
Jolin dipercaya menjadi co-captain tim Indonesia di kategori beregu. Meski belum meraih gelar juara, ia tetap bangga bisa ikut menyumbang prestasi untuk Merah Putih.
“Perasaannya pasti senang dan cukup bangga setidaknya kami mendapat perunggu untuk Indonesia,” kata Jolin yang juga berstatus sebagai atlet Pelatnas PBSI itu.
Perjuangannya tak berhenti di nomor beregu. Jolin juga mengalahkan Anyapat Phichitpreechasak dari Thailand, juara bertahan WJC 2025, pada babak pertama nomor individu dengan skor 15-10 dan 15-11.

Jolin Angelia saat membela PB Djarum. (Foto: PBSI)
Kunci kemenangan itu, menurut Jolin, bukan perubahan besar dalam persiapan. Ia merasa lebih siap dan berusaha menjaga kepercayaan pada diri sendiri.
“Sebenarnya tidak banyak berubah (persiapan), mungkin saat itu saya lebih siap aja dan harus selalu percaya kepada diri sendiri,” ujarnya.
Pengalaman bertanding di kejuaraan dunia junior pun menjadi modal berharga bagi Jolin. Ia mengaku senang bisaberjuang bersama tim dan memberikan penampilan terbaik untuk Indonesia.
Kuliah Tetap Jalan
Sebagai mahasiswa, Jolin juga punya tanggung jawab. Jadwal latihan dan pertandingan membuatnya harus pintar mengatur waktu, termasuk mencari celah untuk menyelesaikan tugas kuliah --terlepas kuliahnya adalah daring alias online.
Saat ada waktu istirahat, ia memilih mencicil pekerjaan akademik. Cara itu dilakukan agar kuliahnya tetap berjalan di tengah kesibukannya sebagai atlet.
Baginya, kuliah bukan sekadar kewajiban yang harus dituntaskan bersamaan dengan karier olahraga. Pendidikan juga menjadi bekal masa depannya, terlebih ketika dirinya nanti sudah tak lagi aktif sebagai atlet.
“Kuliah tetap penting menurut saya, apalagi saat kita pensiun nanti kalau kita mau buka bisnis setidaknya kita punya bekal dan tahu apa yang harus kita lakukan,” tukasnya.
Menjadi student-athlete memang punya resiko karena ada dua tanggung jawab yang harus dijalankan. Selagi mengejar prestasi di lapangan, Jolin juga terus menyeimbangkan akademiknya.
Semangat mahasiswa mengejar prestasi juga hadir di Campus League Futsal Regional Jogja Season 1 yang saat ini sedang berlangsung. Saksikan aksi tim-tim kampus melalui kanal YouTube resmi Campus League. (GAP)

