Para ''Jagoan'' Regional Kandas di The Nationals
UNJ, UII, Unesa Pulang Lebih Awal

Kekecewaan pemain UNJ di penyisihan grup beregu The Nationals. (Foto: Fahmi Abdushshofi/Campus League)
Badminton The Nationals Season 1 menjadi panggung yang tidak mudah bagi sejumlah tim unggulan. Beberapa nama yang datang dengan status juara atau semifinalis regional justru harus mengakhiri perjalanan lebih cepat dan gagal menembus The Nationals Four.
Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Islam Indonesia (UII), dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menjadi beberapa tim yang tidak mampu melanjutkan langkah ke semifinal beregu The Nationals. Ketiganya harus bersaing ketat di fase grup, tetapi hasil akhir tidak berpihak kepada mereka.
UNJ bahkan menutup perjalanan di Grup B tanpa kemenangan. Tim asal Jakarta tersebut harus menghadapi persaingan berat bersama UNS, UII, dan Universitas Gunadarma (Gundar).
UII juga harus menerima kenyataan serupa. Status sebagai juara Regional Semarang tidak cukup untuk membawa mereka lolos dari Grup B. UII harus berhadapan dengan UNS dan Gundar yang sama-sama tampil kuat sepanjang fase grup.

Alfira Deanika saat membela UII di The Nationals. (Foto: Fahmi Abdushshofi/Campus League)
Kehadiran Alfira Deanika membuat UII menjadi salah satu tim yang diperhitungkan. Alfira merupakan salah satu unggulan utama The Nationals pada nomor tunggal putri. Namun, perjalanan UII pada nomor beregu harus terhenti di fase grup.
UNS justru tampil konsisten sepanjang persaingan Grup B. Mereka menyapu bersih tiga pertandingan dengan kemenangan dan memastikan diri melangkah ke semifinal. Catatan tersebut berlanjut saat UNS menghadapi Unnes di The Nationals Four.
Persaingan di Grup A juga tidak kalah menarik. Unesa yang datang sebagai semifinalis Regional Semarang harus mengakhiri perjalanan setelah finis di dasar klasemen tanpa kemenangan.
Unesa sebenarnya membawa sejumlah pemain yang masuk daftar unggulan. Salah satunya pasangan ganda putra Kimi Lazarro dan Muhammad Kharisna. Namun, keberadaan pasangan tersebut belum cukup untuk membawa Unesa keluar dari persaingan Grup A.

Aksi pasangan ganda campuran Unesa di penyisihan grup The Nationals. (Foto: Fahmi Abdushshofi/Campus League)
Situasi ini memperlihatkan ketatnya persaingan beregu di The Nationals. Status juara atau semifinalis regional tidak otomatis membuat sebuah tim aman dari persaingan fase grup. Setiap pertandingan tetap menjadi penentu untuk menjaga peluang menuju semifinal.
Setelah seluruh pertandingan fase grup selesai, empat tim memastikan tempat di The Nationals Four. Binus University dan Unnes mewakili Grup A, sedangkan UNS dan Gundar melaju dari Grup B.
Binus tampil sebagai juara Regional Bandung dan mampu melewati fase grup meski sempat mengalami kekalahan dari Universitas Budi Luhur (UBL). Mereka kemudian bangkit dan memastikan tiket semifinal.
Unnes juga berhasil menjaga peluang setelah melewati persaingan Grup A. Langkah mereka berlanjut ke semifinal untuk menghadapi UNS.
Sementara itu, UNS menjadi salah satu tim paling konsisten sepanjang The Nationals. Mereka tidak terkalahkan sejak fase grup dan melanjutkan catatan tersebut hingga semifinal.
Gundar melengkapi empat besar setelah melewati persaingan Grup B. Mereka kemudian bertemu Binus pada semifinal, sementara UNS berhadapan dengan Unnes.
Semifinal akhirnya menyisakan Binus dan UNS sebagai dua tim yang berhak tampil di partai puncak. Binus mengalahkan Gundar 2-1, sedangkan UNS menundukkan Unnes 2-0.
Gundar kemudian mengakhiri The Nationals dengan peringkat ketiga. Mereka kembali bertemu Unnes pada perebutan posisi ketiga dan menang 2-1 dalam pertandingan tiga set di GOR Bandung, Jumat (25/9/2026).
The Nationals pun menyisakan duel final antara UNS dan Binus. UNS datang dengan catatan sempurna sejak fase grup hingga semifinal, sedangkan Binus melaju setelah melewati perjalanan panjang hingga akhirnya mengamankan tiket ke partai puncak. (GAP)