.jpg&w=2048&q=75)
Evelyn Fiyo punya cara unik untuk menyimpan perjalanan basketnya. Pebasket putri Universitas Surabaya (Ubaya) itu menulis buku yang berisi cerita perjalanan dirinya sebagai atlet.
Buku berjudul “No Light, Just Gold” berawal untuk memenuhi tugas kuliah. Dosen Fiyo memberi kesempatan membuat buku sebagai pengganti skripsi.
Dari situ, Fiyo mulai menulis berbagai cerita yang selama dialami di lapangan. Termasuk perjuangannya sejak awal bermain basket hingga meraih medali emas SEA Games 2025 bersama Timnas Basket Putri Indonesia.
“Awalnya cuma karena dosen kasih aku kesempatan buat bikin novel sebagai pengganti skripsi. Tapi seiring aku bikin novel ini, aku merasa enjoy dan senang karena bisa mengingat kembali perjuanganku dari awal memulai basket sampai perjuanganku mendapatkan medali emas di SEA Games 2025,” ujar Fiyo.
Bagi Fiyo, buku ini bukan cuma soal pertandingan dan pencapaiannya di bola basket.
Ia juga menuangkan keluh kesahnya sebagai atlet. Hal-hal tersebut mungkin tidak terlihat ketika seorang pemain sedang berada di lapangan.
Fiyo merasa cerita tersebut juga bisa dirasakan atlet lain yang sedang menghadapi masa sulit.
“Melalui buku ini aku bisa menyalurkan keluh kesah sebagai atlet dan pastinya banyak atlet yang merasakan hal itu,” katanya.
Ada hal lain yang ikut dimasukkan Fiyo ke dalam bukunya. Ia menyelipkan sedikit teori ekonomi yang kemudian dikaitkan dengan keputusan-keputusan yang diambil selama menjalani perjalanan di basket.
Tema yang dipilih Fiyo adalah “Growth Through Adversity.” Ia ingin bercerita tentang bagaimana seseorang bisa tumbuh setelah melewati masa sulit. Jadi, tidak semua perjalanan harus berjalan mulus untuk bisa sampai ke tujuan.
“Bagaimana seseorang bisa tumbuh dan menemukan makna dari perjalanan yang penuh kegelapan, bukan karena jalannya selalu terang, tetapi karena setiap perjuangan perlahan membawanya menuju ‘gold’ yang dicari,” ucap Fiyo.
Menulis buku di tengah kesibukan sebagai mahasiswa dan atlet juga punya tantangan tersendiri.
Fiyo harus membagi waktu antara kuliah, latihan, pertandingan, dan menulis. Apalagi, membuat cerita panjang bukan keahliannya.
“Membuat cerita panjang itu bukan keahlianku. Aku sering bingung, ini ceritanya masa sependek ini atau bisa nggak kalimatnya dibikin lebih panjang,” ujarnya.
Rasa malas juga sempat muncul. Biasanya setelah latihan ketika kondisi tubuh sudah lelah. Fiyo masih harus membuka foto dan video lama untuk mengingat kembali momen-momen yang ingin ia tulis.
“Kalau udah capek habis latihan jadi sering ngerasa males buat mengingat dan mencari foto atau video lama,” katanya.
Namun, proses tersebut justru membuat Fiyo kembali melihat perjalanan yang sudah dilewatinya.
Dari awal bermain basket, berkembang bersama Ubaya, sampai akhirnya mendapat kesempatan membela Timnas Basket Putri Indonesia.
Di Campus League, Fiyo juga baru saja menambah satu cerita penting dalam perjalanannya. Ia membantu Ubaya Putri menjadi juara Basketball Campus League Season 1 2026.
Lewat buku “No Light, Just Gold”, Fiyo berharap atlet lain yang sedang berada di masa sulit bisa merasa tidak sendirian.
“Harapanku adalah supaya para pembaca, terutama atlet yang merasa sedang down atau menghadapi masalah-masalah seperti ini tidak merasa sendirian,” tutur Fiyo.
Ia ingin pembaca tetap menjalani masalah satu per satu. Kritik yang datang dengan niat menjatuhkan pun, menurutnya, bisa dijadikan bahan bakar untuk terus maju.
Saat ini, buku tersebut masih dijual secara mandiri oleh Fiyo. Pembaca yang ingin mendapatkannya bisa menghubungi Fiyo melalui direct message di media sosial pribadinya. (GAP)

Buku Buatan Evelyn Fiyo
Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.
Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.