Penyisihan Grup yang Sempurna bagi UPI Putri
Tanpa Kalah dan Kebobolan

Penyisihan Grup A Putri Campus League Regional Jakarta menjadi panggung bagi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung Putri untuk menunjukkan kualitas yang selama ini melekat pada nama besar mereka di futsal putri Indonesia.
Datang dari Bandung dengan reputasi kuat, para Mojang Priangan ini tidak hanya menuntaskan fase grup tanpa cela, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam tentang bagaimana sebuah tim besar membangun momentum.
Perjalanan UPI dimulai dengan laga perdana melawan Universitas Budi Luhur (UBL). Momen ini sempat menjadi ujian awal. Grogi terlihat jelas dalam 10 menit pertama—sebuah hal yang wajar ketika tampil pertama kali di ajang Campus League Regional Jakarta dengan atmosfer berbeda.
Namun setelah turun minum, ritme UPI berubah drastis. Mereka mulai menemukan sentuhan, membaca ruang, dan menguasai tempo. Babak kedua menjadi milik mereka sepenuhnya. UBL pun tak kuasa menahan gelombang serangan dan kalah 0-5.
Kemenangan tersebut menjadi penghangat mesin. UPI yang “telat panas” akhirnya benar-benar menyala ketika berjumpa Universitas Indonesia (UI). Meski UI tampil pasif dan lebih banyak bertahan, UPI sabar memutar bola. Dua gol di babak pertama membuka keran serangan yang lebih deras.
Delapan gol tambahan mengalir di babak kedua, membuat pertandingan berakhir 10-0. Bagi UPI, kemenangan itu bukan sekadar skor telak, tetapi bukti bahwa konsistensi mereka terus terbangun.
Di balik kemenangan besar itu, dua nama mencuat. Risty Dewi yang mencetak hattrick melawan UBL dan Nizrina Fauziah yang membalas dengan hattrick saat menghadapi UI. Ketajaman keduanya menjadi gambaran bahwa UPI bukan hanya kuat secara kolektif, tetapi juga memiliki pemain-pemain yang mampu mengubah arah pertandingan.
Dua kemenangan bersih tersebut langsung mengantar UPI melaju ke semifinal Regional Jakarta dan memastikan tiket ke Campus League The Nationals. Mereka menutup Grup A dengan sempurna, yakni dua pertandingan, dua kemenangan, tanpa kebobolan.
Prediksi Final Ideal
Namun perjalanan mereka belum selesai. Banyak yang memprediksi bahwa final regional akan mempertemukan dua raksasa futsal putri kampus, yakni UPI dan Universitas Negeri Jakarta (UNJ). UNJ, yang tampil sebagai tuan rumah, juga melaju kuat dari Grup B dan tak pernah lepas dari statusnya sebagai kekuatan besar futsal putri Indonesia.
Pelatih UPI, Yunita Sari, menyadari potensi pertemuan itu. Ia tidak menutup-nutupi bahwa UNJ adalah rival lama UPI di level nasional. Namun, ia juga menyebut bahwa siapapun lawan yang menunggu, timnya siap secara mental maupun permainan.
“Sejauh ini yang saya lihat di grup sebelah, UNJ masih mendominasi. Dari dulu, memang UPI dan UNJ selalu jadi rival,” ujarnya.
Meski begitu, Yunita menegaskan bahwa Campus League Regional Jakarta bukan soal gengsi semata. Baginya, juara akan ditentukan oleh tim yang paling siap, paling stabil, dan paling tenang menghadapi tekanan.
“Jadi bagi saya, siapapun lawannya, siapapun yang terbaik, kita siap,” tegasnya.
Dengan modal performa sempurna di penyisihan dan kepercayaan diri yang terus tumbuh, UPI Putri melangkah ke semifinal Regional Jakarta dan Campus League The Nationals dengan permainan berkualitas tinggi.

