Perjuangan Kiper Unnes Bangkit dari Cedera ACL
Andalkan Mental untuk Hilangkan Trauma

Selebrasi Andika saat membawa timya menang atas UII beberapa waktu lalu. (Foto: Fahmi Abdushshofi/Campus League)
Cedera anterior cruciate ligament (ACL) sempat membuat Andika Agus Tri Wibowo kesulitan berjalan. Namun, kecintaannya terhadap futsal membuat kiper Universitas Negeri Semarang (Unnes) itu kembali ke lapangan, meski harus berjuang melawan trauma yang belum sepenuhnya hilang.
Penampilan Andika di Campus League Futsal Regional Jogja Season 1 mencuri perhatian. Kiper asal Sragen itu beberapa kali membuat penyelamatan penting dan hanya kebobolan satu gol selama fase grup.
Namun, di balik refleks cepatnya, ada perjuangan panjang untuk bisa konsisten bermain futsal.
Andika sudah akrab dengan futsal sejak kecil. Kebiasaan bermain bersama teman-teman di desa membuatnya jatuh cinta pada olahraga ini. Namun, saat masih duduk di bangku SMP, ia mengalami cedera ACL ketika bermain futsal.
“Saya memilih olahraga futsal karena teman-teman di desa itu suka main bareng dari kecil. Tapi saya juga kena ACL karena futsal saat main di SMP,” kenang Cah Sragen itu.
Rasa sakit yang muncul saat itu bukan main. Andika bahkan kesulitan berjalan dan menekuk kaki selama sekitar satu minggu. Ia menjalani pemulihan dengan kompres dan pengobatan seadanya sebelum kondisinya berangsur membaik.
“Tantangan yang paling berat saat pemulihan itu waktu pertama kali kena. Kaki susah ditekuk selama seminggu,” jelas mahasiswa Teknik Mesin tersebut.
Melawan Trauma untuk Kembali ke Lapangan
Cedera ACL tak hanya menyisakan persoalan fisik. Bagi Andika, tantangan terbesarnya justru mengumpulkan keberanian untuk bermain lagi. Ada rasa trauma yang harus ia hadapi setiap kali kembali mengawal gawang.
“Yang paling berat itu menyiapkan mental buat main lagi. Itu yang paling sulit, karena ada rasa trauma,” ujarnya.
Andika berusaha membangun kembali kepercayaan dirinya dan meyakinkan diri bahwa ia masih bisa bermain. Sebagai kiper, ia sadar ACL merupakan cedera serius yang bisa memengaruhi pergerakan dan keberaniannya saat menghadapi lawan.

Andika mendapat pertolongan dari rekan setimnya dalam suatu pertandingan Campus League. (Foto: Fahmi Abdusushofi/Campus League)
Meski begitu, ia tak mau cedera menjadi alasan untuk berhenti. Menurutnya, niat untuk kembali bermain dan kepercayaan pada kemampuan diri sendiri menjadi bagian penting dari perjuangan pemulihan.
“ACL itu momok bagi atlet di seluruh dunia. Tapi tidak memengaruhi selama kita punya niat buat bermain dan percaya kalau kita itu bisa tetap berjuang,” katanya.
Kecintaannya terhadap futsal pula yang membuat Andika terus bertahan. Kondisi kakinya memang belum pulih 100 persen, tetapi ia tetap berusaha memberikan kemampuan terbaik setiap kali mendapat kesempatan bermain.
Bangga Bela Tim Unnes
Menariknya, Andika bukan mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) seperti mayoritas pemain di tim futsal Unnes. Ia berasal dari Fakultas Teknik dan masuk ke skuad kampus lewat seleksi saat masih menjadi mahasiswa baru.
Refleks dan komunikasinya di bawah mistar membuatnya mendapat tempat di tim utama. Kesempatan membela Unnes pun punya arti tersendiri baginya. Bukan sekadar bermain futsal, Andika ingin memberikan yang terbaik untuk kampus yang ia banggakan.

Aksi Andika saat membela Unnes di Campus League Futsal Regional Jogja Season 1. (Foto: Fahmi Abdushshofi/Campus League)
“Karena ini merupakan almamater saya. Dan saya akan memberikan yang terbaik bagi kampus. Semoga dengan izin Allah, semoga kami berjaya,” tuturnya.
Saat ini, Andika sudah membawa Unnes melaju ke semifinal Futsal Regional Jogja. Pada laga penentuan, mereka bermain imbang 1-1 dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY). Satu poin tersebut sudah cukup membawa mereka menjadi juara Grup A Putra.
Perjuangan Andika di Campus League Futsal Regional Jogja Season 1 bukan cuma soal menjaga gawang Unnes. Ia juga sedang membuktikan bahwa rasa trauma setelah cedera bisa dilawan.
Saksikan perjuangan Andika dan tim-tim kampus lainnya di Campus League Futsal Regional Jogja Season 1 melalui kanal YouTube resmi Campus League. (GAP)

