
Akma Pamuji saat bertanding di hari pertama Badminton Regional Semarang, di Polytron Stadium Undip, Rabu (26/8). (Foto: Jaya Pratama/Campus League)
Empat pertandingan dalam satu hari dihadapi oleh pebulutangkis Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Akmal Zaidan Pemuji. Istirahat dan menjaga pola makan menjadi kunci ‘tenaga badak’ sang pebulutangkis.
Sejak pagi, Akmal sudah berjibaku di nomor tunggal putra. Ia menghadapi perlawanan Fatih Hamid dari Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta.
Akmal memenangkan pertandingan melawan Fatih Hamid Yulimar yang berlangsung pada pukul 08.00 WIB di Polytron Stadium Undip, Rabu (26/8). Akmal menang 15-7, 15-6.
Selesai dari tunggal putra, Akmal kembali membela kampusnya pada pukul 10.00 WIB. Bermain di ganda putra dan berpasangan dengan Rizki Aufa Zulian, Akmal menang 16-14, 15-11 atas ganda putra SCU, El Graciano Ben Wiyono/Maulana Dimas Saputra.
Puncaknya adalah kemenangan atas Arga Rabbani Abyasa dari Universitas Diponegoro (Undip), yang juga merupakan salah satu unggulan di Badminton Regional Semarang.
Pada laga yang berlangsung pukul 17.20 WIB itu, Akmal berhasil menang lewat rubber game. Ia mengalahkan Arga dengan skor 9-15, 16-14, 15-6.
Sedangkan pada laga terakhir, Akmal kembali turun di nomor ganda putra melawan Kimi Rafael Lazzaro/Muhammad Kharisna dari Unesa.
Bertanding empat kali dalam sehari dan tetap tampil bugar, Akmal membeberkan gaya hidup sehatnya. Ia berusaha sebisa mungkin mengatur waktu istirahat agar bisa kembali bugar saat bertanding.
“Sebetulnya kalau dari fisik semuanya berasa ya, apalagi kita sudah mahasiswa jadi latihan tidak se-intens dulu,” kata Akmal.
“Jadi sekarang lebih jaga pikiran sama tahu kondisi badan sendiri. Semisal butuh istirahat ya harus cukup istirahat dan jaga pola makan,” tambahnya.
Hasilnya, Akmal mampu tampil prima di lapangan, khususnya pada hari pertama Regional Semarang. Ia berhasil memenangkan tiga dari empat pertandingan yang dijalani sepanjang hari.
Pada laga terakhir di sektor ganda putra, ia bersama Rizki Aufa Zulian harus tumbang dari pasangan Unesa, Rafael/Kharisa, dengan skor 6-15, 14-16. (GAP)
Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.
Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.