Rasa Malu Jadi Bahan Bakar ITS Putri
Jaga Pola Makan dan Tak Mau Kalah dari UB

Pelatih ITS Putri, Tri Susetyo Romadhoni, sedang memberikan arahan jelang pertandingan melawan Univ Brawijaya Putri. (Foto: Jaya Pratama/Campus Leagye
Rasa malu setelah kalah telak dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menjadi bahan bakar tim putri Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya saat menghadapi Universitas Brawijaya (UB) Malang.
Tak mau kembali pulang dengan hasil pahit, ITS berjuang habis-habisan hingga berhasil menahan UB dengan skor 2-2 pada Grup C Campus League Futsal Regional Surabaya Season 1 di GOR Pertamina ITS, Rabu (14/10).
Kekalahan 1-16 dari Unesa pada pertandingan sebelumnya jelas bukan hasil yang ingin diulang ITS. Kali ini, mereka datang dengan tekad untuk memberikan perlawanan lebih baik. UB yang juga mengincar kemenangan pun dibuat harus bekerja keras, terlebih setelah ITS mampu bangkit meski sempat tertinggal dua gol.
Nadhine Stefany Sihotang mengakui kekalahan telak dari Unesa menjadi pelajaran besar bagi timnya. Rasa malu dari hasil tersebut justru memantik semangat para pemain untuk tampil lebih maksimal saat berhadapan dengan UB.
“Semalam pola tidur dan makan kami jaga. Tadi juga sempat tertinggal 0-1, tetapi adrenalin di ruang ganti naik karena tidak mau kalah lagi. Semalam sudah malu banget kalah 16-1,” ujar Nadhine selepas pertandingan.
Perubahan semangat itu terlihat sepanjang pertandingan. ITS tak lantas menyerah ketika UB mampu unggul lebih dulu. Mereka terus berusaha mencari celah untuk membalas dan menjaga peluang mencuri poin di hadapan pendukung sendiri.
Nadhine menjadi sosok penting dalam kebangkitan ITS. Ia mencetak dua gol yang membawa timnya mengejar ketertinggalan hingga skor berubah menjadi 2-2. Brace tersebut sekaligus menyelamatkan ITS dari kekalahan setelah sempat tertinggal dua gol.
Meski belum berhasil mengamankan kemenangan, hasil imbang ini menjadi modal bagi ITS untuk menatap pertandingan berikutnya. Nadhine juga tak ingin timnya cepat puas. Perjuangan mereka belum selesai dan masih ada kesempatan untuk memperbaiki hasil.
“Puji Tuhan, tadi saya juga bisa mencetak dua gol. Meski belum menang, besok kami usahakan lagi,” kata Nadhine.
ITS Putri akan kembali bertanding pada Kamis (15/10) dengan menghadapi Universitas Negeri Malang (UM). UM sendiri baru saja bermain imbang 0-0 melawan Unesa.
Saksikan perjuangan ITS Putri dan keseruan pertandingan lainnya dari Campus League Futsal Regional Surabaya Season 1 melalui kanal YouTube resmi Campus League. (GAP)

