Ada pemandangan menarik di kubu Universitas Surabaya (Ubaya) putri jelang Basketball Campus League Season 1 The Nationals Final, Sabtu (13/6).
Sebelum menghadapi Soegijapranata Catholic University (SCU) di UPH Basketball Court, Tangerang, Banten, para pemain Ubaya tampak mencoret tangan dan kaki rekan setim mereka dengan spidol. Suasana serius tapi santai juga terlihat dari anak-anak Ubaya.
Bagi orang luar, momen tersebut mungkin terlihat seperti selebrasi. Namun bagi Ubaya, tradisi itu memiliki makna yang lebih dalam. Coret-coret sudah menjadi ritual yang diwariskan dari generasi ke generasi di tim Ubaya.
Tradisi itu kembali dilakukan saat Ubaya berhasil melaju ke partai puncak The Nationals. Bukan sekadar ritual menjelang pertandingan, tetapi simbol kebersamaan yang terus dijaga oleh para pemain.
Pemain Ubaya, Selly Margaretha, menjelaskan bahwa tradisi tersebut sudah berlangsung sejak lama dan selalu muncul ketika tim berhasil mencapai final.
“Ini tradisi dari tim Ubaya. Tradisi turun-temurun dari para senior,” ujar Selly.
Ada aturan tidak tertulis dalam pelaksanaannya. Tahun ini, para senior yang akan segera lulus mendapat tugas untuk mencoret para pemain yang lebih muda.
“Tahun ini yang dicoret itu pemain-pemain semester satu, dua, dan tiga yang belum lulus,” lanjutnya.
Tradisi tersebut menjadi cara sederhana untuk mempererat hubungan antarangkatan. Para senior meninggalkan kenangan sebelum menyelesaikan studi mereka di kampus, sementara para junior menerima estafet budaya yang sudah lama menjadi bagian dari tim.
Hal serupa disampaikan Mayviana Tandiono. Menurut kapten tim putri Ubaya ini, coret-coret selalu menjadi bagian dari perjalanan Ubaya ketika berhasil menembus partai final.
“Coret-coret itu tradisinya Ubaya. Setiap tahun kalau masuk final, para rookie akan dicoret-coret,” katanya.
Tradisi dan kebersamaan menjadi salah satu fondasi yang membuat Ubaya tampil tenang hingga akhirnya berhasil menjuarai Basketball Campus League Season 1 The Nationals.
Pada partai final, Ubaya mengalahkan Soegijapranata Catholic University (SCU) dengan skor 59-51. Sempat tertinggal pada babak pertama, tim asal Surabaya tersebut bangkit selepas halftime dan berhasil mengambil alih kendali pertandingan.
Kemenangan itu memastikan Ubaya mencatat sejarah sebagai juara putri pertama Basketball Campus League. (GAP)
Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.
Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.