Terima Sanksi Berat, UNJ Dukung Ketegasan Campus League
Belajar Bangkit dan Kembali Kuat
Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menunjukkan karakter kuat di Campus League Futsal Regional Jakarta meski situasi tidak lagi berpihak, usai sanksi berat yang mereka terima.
Sebelumnya UNJ dijatuhi sanksi oleh panitia Campus League Futsal Regional Jakarta, karena melanggar Pasal 3.13, akibat menurunkan pemain yang pernah terdaftar dalam kompetisi futsal profesional (PFL). Campus League secara tegas melarang pemain profesional tampil di ajang antar-kampus ini.
Akibat pelanggaran tersebut, UNJ dinyatakan kalah 0-3, dipotong tiga poin (-3) di klasemen sementara Grup D, dan kemenangan telak 7-1 atas UIN Syarif Hidayatullah pada laga pembuka Selasa (25/11) resmi dianulir. Pemain terkait langsung didiskualifikasi dan tidak dapat melanjutkan kompetisi.
Pelatih Fisik UNJ, Reza Hariyanto, mengakui bahwa keputusan itu menjadi cobaan berat bagi tim. “Dengan berat hati sebenarnya emang ya mau gak mau tetep harus diterima. Cukup mengejutkan bagi kami, tapi harus kami terima sebagai pelajaran dan evaluasi untuk masa depan,” ujarnya.
Meski demikian, Reza menegaskan bahwa para pemain tetap bersatu dan berusaha menjaga mentalitas agar tidak terpukul. “Mereka sempat kaget dan kecewa, tapi kami berusaha menjaga semangat agar tim tidak down,” jelasnya.
Reza menegaskan bahwa UNJ menghormati ketegasan dan regulasi Campus League, juga tetap mendukung penuh penyelenggaraan kompetisi. "Saya pribadi dan juga tim mendukung penuh Campus League ini," tandasnya.
Sebagai upaya menjaga kekompakan, staf kepelatihan mengadakan diskusi terbuka dan memberikan motivasi agar para pemain tetap fokus dan siap menghadapi laga berikutnya. “Hidup dan perjuangan tidak berhenti di situ,” kata Reza. “Yang terpenting kami belajar, bangkit, dan kembali kuat.”
Tetap Tunjukkan Karakter dan Menang
Menariknya, meskipun peluang menuju semifinal sudah tertutup, UNJ tidak kehilangan motivasi. Dalam laga kedua melawan Universitas Widyatama Bandung, UNJ tetap tampil disiplin, menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan meyakinkan 2-0.
Kemenangan ini tidak mengubah posisi mereka di klasemen, namun menunjukkan karakter penting: tetap berjuang, bermain dengan hati, dan tetap menjaga martabat kampus sampai akhir.
Dengan segala dinamika yang terjadi, UNJ kini menghadapi sisa kompetisi dengan semangat baru, menerima konsekuensi dengan dewasa, belajar dari kesalahan, dan tetap menunjukkan bahwa mental pemenang tidak ditentukan oleh poin semata, tetapi oleh cara sebuah tim bangkit dan api semangat yang tetap menyala.