Tripoin Kemenangan untuk Unpar Jadi Kado Ulang Tahun Angel Putri
Membawa Unpar Juara Grup F Putri
Angel Putri menjadi pahlawan kemenangan tim putri Universitas Katolik Parahyangan saat menghadapi Universitas Padjadjaran di Basketball Campus League Season 1 Regional Bandung. Tripoin penting Angel di overtime memastikan kemenangan dramatis Unpar dengan skor 53-52 di UPI Gymnasium, Selasa (19/5).
Momen tersebut terasa semakin spesial karena menjadi hadiah ulang tahun terbaik untuk Angel yang baru saja genap berusia 20 tahun pada 18 Mei lalu. Kemenangan dramatis itu sekaligus memastikan Universitas Katolik Parahyanganlolos ke Regional Playoff sebagai juara grup.
“Iya, ulang tahun ke-20. Kadonya menang,” kata Angel Putri sambil tertawa usai pertandingan.
Kado itu tidak datang dengan mudah. Sejak kuarter pertama, pertandingan berjalan sengit dengan tempo tinggi. Kedua tim saling berbalas momentum dan terus memberikan tekanan hingga laga harus ditentukan lewat overtime.
Saat pertandingan memasuki momen krusial, Angel akhirnya menjadi pembeda lewat tripoin penting yang membawa Unpar unggul tipis dan mengunci kemenangan dramatis.
Kemenangan ini terasa emosional bagi Unpar. Angel mengakui timnya harus melewati banyak tantangan sepanjang pertandingan. Kondisi fisik pemain yang mulai terkuras hingga beberapa rekan setim yang mengalami cedera membuat pertandingan berjalan sangat berat.
“Puji Tuhan, dari awal kita jatuh bangun, sudah kebentur-bentur, sampai beberapa pemain out. Tapi Tuhan kasih kesempatan buat kita tetap bertenaga,” ujarnya.
Menurut Angel, semangat timnya juga terangkat lewat motivasi dari pelatih di pinggir lapangan. Teguran keras dari bench justru membuat para pemain semakin terpacu untuk terus hustle sampai akhir laga.
“Coach sempat bilang, 'masa gak mau hustle, gak mau menang'. Tapi akhirnya kita masih bisa hustle sampai kuarter lima dan puji Tuhan semuanya terbayarkan,” lanjutnya.
Pertandingan melawan Unpad disebut Angel sebagai salah satu laga paling menguras energi sepanjang Regional Bandung. Permainan keras dari kedua tim membuat atmosfer pertandingan berlangsung panas sekaligus penuh tensi.
“Keras banget permainannya. Dua-duanya mungkin panas juga, jadi seru,” katanya.
Setelah pertandingan selesai, suasana emosional langsung pecah di kubu Unpar. Beberapa pemain terlihat menangis sambil berpelukan di tengah lapangan. Angel menyebut tangisan itu menjadi bentuk pelampiasan emosi setelah perjuangan panjang yang akhirnya berbuah kemenangan.
“Kita capek banget, beberapa pemain juga sakit. Finally selesai dan menang, jadi semua emosinya keluar,” tuturnya.
Aktivitas sebagai Student-Athlete
Di luar lapangan, Angel juga menjalani aktivitas sebagai student-athlete. Mahasiswi Fakultas Ekonomi angkatan 2024 itu harus membagi waktu antara kuliah, organisasi, dan latihan basket yang cukup padat.
“Aku juga ikut organisasi UKM. Jadi kalau gak latihan, waktunya dipakai buat ngerjain tugas atau belajar kalau ada kuis. Waktu main juga dikurangin, paling weekend aja,” jelasnya.
Meski basket menjadi bagian besar dalam hidupnya, Angel mengaku saat ini tetap memprioritaskan masa depan di dunia kerja. Namun, basket tetap menjadi tempat baginya untuk berkembang dan belajar banyak hal.
“Kalau kerja atau basket mungkin 50-50, tapi sekarang kerja jadi prioritas,” ujarnya.
Kini, setelah memastikan tiket ke Regional Playoff, Angel dan Unpar mulai menatap fase berikutnya. Namun, ia memilih fokus langkah demi langkah bersama timnya.
“Gak usah jauh-jauh dulu. Juara dulu, baru berpikir untuk nasional,” tutup Angel. (GAP)

