
Akmal Pemuji menjadi juara tunggal putra Badminton Campus League Regional Semarang Season 1. (Foto: Jaya Prartama/Campus League)
Tunggal putra Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Akmal Zaidan Pamuji, menjuarai Badminton Campus League Regional Semarang Season 1 setelah memenangkan laga sengit melawan Muhammad Bangkit Satria dari Universitas Negeri Semarang (Unnes).
Bertanding di Polytron Stadium Undip, Sabtu (29/8), Akmal harus melalui pertandingan tiga gim sebelum memastikan kemenangan dengan skor 15-3, 14-16, 15-12.
Akmal tampil dominan pada gim pertama. Ia mampu mengontrol permainan dan mendulang poin melalui kombinasi smash serta permainan net yang efektif. Gim pembuka pun menjadi milik Akmal dengan skor telak 15-3.
Situasi berubah pada gim kedua. Bangkit bangkit dan memberikan perlawanan jauh lebih ketat. Ia membuat Akmal harus bekerja keras untuk mendapatkan setiap poin.
Pertandingan berjalan sengit hingga skor 14-14. Bangkit kemudian berhasil merebut dua poin beruntun untuk menutup gim kedua dengan kemenangan 16-14 sekaligus memaksa pertandingan berlanjut ke gim penentuan.
Pada gim ketiga, Akmal sempat melakukan beberapa kesalahan dan tertinggal 3-5. Namun, ia mampu bangkit dan membalikkan keadaan menjadi unggul 8-5 saat interval.
Selepas jeda, Akmal tampil lebih tenang. Ia perlahan meredam permainan agresif Bangkit hingga akhirnya memastikan kemenangan 15-12 dan merebut gelar juara.
Selepas pertandingan, Akmal mengakui sempat terburu-buru dalam menyelesaikan pertandingan, terutama pada gim kedua. Masukan dari pelatih kemudian membantunya mengubah pendekatan permainan di gim penentuan.
“Gim pertama sebenarnya sudah pegang, tapi di gim kedua lawan saya ganti pola. Saya juga kurang siap dan terlalu buru-buru. Baru pada gim ketiga saya diingatkan pelatih agar bermain lebih sabar,” ucap Akmal.
Akmal juga mengakui kondisi fisiknya mulai menurun pada gim penentuan. Untuk mengatasinya, ia memilih menjaga ketenangan dan fokus sepanjang pertandingan
“Kuncinya lebih ke menjaga pikiran saja. Soalnya kalau di babak akhir, kondisi badan sudah mulai menurun. Kalau dari saya, lebih menjaga pikiran dan tetap fokus,” tukasnya. (GAP)
Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.
Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.