UC Tumbang Usai Kehabisan Tenaga
Sempat Unggul Dua Gol, Sebelum Takluk 3-2

Kapten UC (biru) memimpin timnya kala menghadapi tuan rumah ITS (putih) dalam laga pembuka Campus League Futsal Regional Surabaya Season 1, di GOR Pertamina ITS, Surabata, Selasa (13/11). (Foto: Jaya Pratama/Campus League)
Universitas Ciputra (UC) harus menelan kekalahan menyakitkan pada penampilan perdananya di Campus League Futsal Regional Surabaya. Sempat unggul dua gol, UC gagal membendung kebangkitan tuan rumah Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan akhirnya menyerah 2-3 dalam laga Grup A di GOR Pertamina ITS, Surabaya, Selasa (13/10).
Pelatih UC, Alexander Bramasta, menilai timnya tampil cukup efektif pada babak pertama melalui strategi serangan balik. Namun, keunggulan tersebut gagal dipertahankan setelah para pemain kesulitan menghadapi tekanan ITS pada babak kedua.
“Jika bicara menguasai pertandingan, pasti akan sulit. Kita memang lebih mengandalkan serangan balik dan efektif bisa cetak dua gol. Cuma itu tadi, karena memang salah satunya jam terbang yang anak-anak kurang, akhirnya ketika tertekan mereka tidak bisa mempertahankan,” ujar Alexander.

Pelatih UC, Alexander Bramasta dalam laga pembuka Campus League Futsal Regional Surabaya Season 1, di GOR Pertamina ITS, Surabata, Selasa (13/11). (Foto: Jaya Pratama/Campus League)
Menurutnya, menurunnya stamina dan minimnya pengalaman bertanding menjadi bahan evaluasi penting bagi UC. Rekaman pertandingan akan dimanfaatkan untuk membantu pemain memahami kekurangan mereka dan mempersiapkan diri menghadapi laga berikutnya.
Meski kecewa dengan hasil akhir, Alexander tetap mengapresiasi efektivitas permainan timnya pada babak pertama. Ia menilai pengalaman menghadapi pertandingan dengan intensitas tinggi seperti ini penting bagi perkembangan skuad UC yang baru terbentuk dan tengah ditata ulang.
Sebanyak 20 pemain disiapkan UC untuk mengikuti kompetisi ini. Alexander mengungkapkan, target utama timnya saat ini bukan mengejar gelar juara, melainkan memberikan pengalaman bertanding sekaligus membangun motivasi pemain dalam menjalani latihan.
“Untuk target juara atau mungkin cari prestasi enggak juga. Jadi lebih ke biar motivasi anak-anak, biar latihannya itu ada tujuannya ke mana. Nanti mungkin setelah berapa kali pertandingan baru kita ada targetnya,” jelasnya.
Bagi UC, kekalahan dari ITS menjadi bagian dari proses pembentukan tim. Pengalaman ini diharapkan membantu para pemain meningkatkan kesiapan fisik, ketenangan, dan kemampuan mempertahankan keunggulan saat menghadapi tekanan lawan.
UC masih akan menghadapi tiga laga berikutnya, yaitu kontra Universitas Surabaya (Ubaya), Universitas Brawijaya (UB) dan terakhir menghadapi Universitas Negeri Malang (UM). Tiga laga yang harus dimaksimalkan untuk mengejar peluang lolos ke empat besar. (DT)

