
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menjadi salah satu kampus dengan pencapaian baik di Basketball Campus League Season 1. Tim putranya melangkah hingga final dan finis sebagai runner-up, sementara tim putri berhasil menembus empat besar nasional.
Bagi Wakil Rektor Kerjasama UKSW sekaligus Presiden Basket UKSW, Prof. Yafet YW Rissy, SH, MSI, LLM, PhD (AFHEA), pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan basket yang selama ini dijalankan kampus berada di jalur yang tepat.
“Pertama, kami sangat bersyukur dan bangga karena baik tim putra maupun putri berhasil melaju sampai babak akhir. Putra mendapatkan runner-up dan putri finis di peringkat empat. Ini menunjukkan bahwa pembinaan basket di UKSW berjalan dengan baik,” ujarnya di Tangerang, Banten, Sabtu (13/6).
Menurut Prof. Yafet, hasil tersebut juga memberi optimisme untuk masa depan. Pasalnya, sebagian besar pemain yang dimiliki UKSW saat ini masih berusia muda dan masih memiliki ruang berkembang yang besar.
“Pemain kami masih banyak pemain muda. Karena itu kami akan terus fokus berlatih dan memberikan yang terbaik ke depan,” lanjutnya.
Keberhasilan UKSW menembus level nasional bukan datang secara instan. Kampus memberikan dukungan penuh terhadap program basket yang selama ini menjadi salah satu identitas olahraga UKSW.
Prof. Yafet menjelaskan bahwa seluruh pemain mendapatkan fasilitas yang menunjang proses pembinaan, mulai dari beasiswa hingga kebutuhan sehari-hari selama menjalani aktivitas sebagai student-athlete.
“Kami memberikan dukungan penuh. Semua pemain mendapatkan beasiswa penuh, ada mes, ada program latihan yang berjalan secara rutin. Makan, minum, vitamin, semuanya kami berikan,” katanya.
Dukungan tersebut tidak hanya diberikan kepada pemain, tetapi juga kepada jajaran pelatih yang terlibat dalam proses pengembangan tim.
Mengapresiasi Campus League
Selain berbicara mengenai UKSW, Prof. Yafet juga memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Basketball Campus League. Menurutnya, kompetisi ini berhasil menghadirkan paket lengkap yang dibutuhkan basket kampus Indonesia.
Ia menilai kualitas pertandingan, atmosfer pertandingan, hingga kemasan acara menjadi nilai lebih yang membuat Campus League berbeda.
“Saya pikir ini adalah kompetisi terbaik sejauh ini. Momennya dapat, vibes-nya dapat, kompetisinya dapat, entertainment-nya juga dapat. Ini luar biasa,” ujarnya.
Karena itu, Prof. Yafet berharap kompetisi seperti Campus League bisa terus dipertahankan dan berkembang pada musim-musim berikutnya.
Bahkan, UKSW secara terbuka menyatakan kesiapan apabila dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Campus League pada musim mendatang.
“Ini perlu dipertahankan dan UKSW siap menjadi tuan rumah tahun depan,” katanya.
Bagi UKSW, kehadiran Campus League tidak hanya memberikan pengalaman bertanding tambahan bagi para pemain. Kompetisi ini juga menjadi ajang untuk mengukur perkembangan atlet
“Saya kira bagi UKSW, terutama para pemain, ini adalah ajang yang sangat baik untuk terus mengasah talenta mereka agar berkembang,” ujar Prof. Yafet.
Ia mengaku melihat perkembangan yang signifikan dari para pemain sepanjang kompetisi berlangsung. Karena itu, ia menilai Campus League memberikan dampak positif bagi proses pembinaan basket kampus.
Selain itu, Prof. Yafet juga memberikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah menyelenggarakan kompetisi dengan standar profesional.
“Saya melihat perkembangan luar biasa dari para pemain dan penyelenggaraannya sangat profesional. Saya harus memberikan apresiasi kepada panitia Campus League,” katanya.
Dukungan UKSW terhadap Campus League juga tidak berhenti di musim pertama. Prof. Yafet mengungkapkan bahwa dirinya telah berdiskusi langsung dengan CEO Campus League, Ryan Gozali, mengenai masa depan kompetisi ini.
Menurutnya, Campus League saat ini sudah berada di jalur yang tepat dalam membangun ekosistem basket perguruan tinggi di Indonesia. Namun, ia menilai kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan basket kampus tetap diperlukan agar kompetisi ini semakin kuat.
“Kami mendukung penuh. Saya sudah berbicara dengan Pak Ryan bahwa Campus League sudah berada di jalur yang tepat. Tinggal bagaimana ke depan berdiskusi dengan para stakeholder basket kampus untuk mencari formula terbaik,” tutupnya. (GAP)
Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.
Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.