Unsoed Siap Tempur di The Nationals
Dukungan Kampus dan Alumni Jadi Bekal ke Bandung

Akmal Pamuji, andalan Unsoed di Badminton Campus League. (Foto: Jaya Pratama/Campus League)
Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menyiapkan tujuh student-athlete untuk tampil di Badminton The Nationals 2026. Persiapan menuju turnamen nasional Campus League itu tidak hanya dilakukan melalui latihan, tetapi juga melibatkan dukungan kampus, alumni, dan dosen untuk membantu keberangkatan tim ke Bandung.
Pelatih Unsoed, Eranio Gery Sudiro, menyebut ketujuh student-athlete tersebut akan turun di sejumlah nomor pertandingan. Akmal Zaidan Pamuji menjadi salah satu wakil Unsoed setelah meraih gelar juara tunggal putra pada Regional Semarang.
Selain Akmal, Unsoed juga mengirim Elvaretta Hezka Aprilia Sasikirana dan Luthfi Eka Prayoga untuk nomor ganda putra. Luthfi kembali bertanding bersama Renata Dama Kusuma di nomor ganda campuran.
Sementara itu, nomor 3v3 diwakili Widriya Nadharua, Irfan Kurniawan, dan Hawa Kahla. Total, tujuh student-athlete Unsoed akan membawa nama kampus ke panggung The Nationals.
Eranio menjelaskan, persiapan tim sudah berjalan sejak mereka kembali dari Regional Semarang. Latihan digelar secara rutin dua hingga tiga kali dalam sepekan dengan materi yang mencakup aspek fisik, teknik, hingga latihan di gym.
"Untuk persiapannya, setelah pulang dari Semarang kemarin itu seminggu 2-3 kali latihan bersama. Baik itu fisik, teknik maupun ada gym juga. Jadi lebih dimatangkan lagi persiapannya untuk menghadapi The National," ujar Eranio.
Dukungan Elemen Kampus
Latihan tersebut menjadi bagian dari upaya tim untuk mematangkan kemampuan para pemain sebelum menghadapi persaingan di The Nationals. Selain persiapan di lapangan, Unsoed juga mulai membahas kebutuhan tim selama berada di Bandung.
Eranio menyebut pihaknya beberapa kali menggelar diskusi sederhana bersama para pemain, baik setelah latihan maupun di luar jadwal latihan. Pembahasan mencakup perjalanan menuju Bandung, tempat menginap, jarak penginapan dari GOR, hingga kebutuhan konsumsi selama turnamen.
Persiapan logistik menjadi perhatian penting bagi Unsoed. Pengalaman saat mengikuti Regional Semarang turut menjadi bahan evaluasi, terutama terkait kesiapan finansial yang sebelumnya dirasakan cukup berat karena persiapan dilakukan dalam waktu terbatas.
"Untuk persiapan berangkat ke Bandung, beberapa kali kita adakan sharing-sharing, ngobrol bareng, rapat gitu, sederhana, setelah latihan maupun di luar latihan," kata Eranio.
"Kalau mungkin dari kemarin yang di Semarang mungkin karena mendadak dalam artian ya persiapannya dari segi finansialnya kurang, jadi memang agak berat," lanjutnya.
Kondisi tersebut mendorong tim untuk mempersiapkan kebutuhan keberangkatan dengan lebih matang. Dukungan dari berbagai pihak kemudian membantu Unsoed memenuhi kebutuhan perjalanan menuju Bandung.

Pelatih Eranio Gery Sudiro (kiri) saat memberikan instruksi di pinggir lapangan di Regional Semarang. (Foto: Jaya Pratama/Campus League)
Alumni menjadi salah satu elemen yang berperan dalam persiapan tersebut. Eranio mengungkapkan, sejumlah alumni yang sudah bekerja turut menyisihkan rezeki untuk membantu keberangkatan tim.
Bantuan juga datang dari beberapa dosen, baik secara pribadi maupun melalui keluarga mereka.
"Jadi memang agak berat, tapi insya Allah untuk yang Bandung ini, bantuan-bantuan dari banyak alumni yang menyisihkan sedikit rezeki mereka karena mereka sudah bekerja, itu secara tidak langsung sangat membantu kita," ujar Gery.
Ia menyampaikan apresiasi kepada para alumni, dosen, sponsor, dan donatur yang memberikan dukungan untuk tim Unsoed. Menurutnya, bantuan tersebut memiliki arti penting bagi keberangkatan tujuh student-athlete ke The Nationals.
"Jadi kita sangat-sangat berterima kasih kepada pihak-pihak yang mau support, entah itu sponsor maupun donatur, yang mau menyumbangkan sedikit rezeki mereka untuk membantu kita," tuturnya.
Dukungan juga datang dari pihak kampus. Setelah kembali dari Semarang, Eranio bersama tim berkoordinasi dengan sejumlah dosen, dekan, wakil rektor, serta pimpinan universitas untuk membahas kebutuhan keberangkatan.
Proses pengajuan bantuan kemudian dilanjutkan dengan melengkapi dokumen yang diperlukan. Upaya tersebut berbuah dukungan finansial dari kampus untuk membantu tim berangkat ke Bandung.
"Dan dari kampus Alhamdulillah, setelah kita pulang dari Semarang kemudian akhirnya bertemu dengan bapak ibu dosen, kemudian bertemu juga dengan para dekan dan wakil rektor, plt (pelaksana tugas) wakil rektor dan plt rektor juga, kemudian beberapa hari setelah itu berusaha untuk melengkapi berkas-berkas LPG dan lain-lain, akhirnya ada bantuan dari kampus," kata Gery.
Ia mengakui bantuan yang diterima mungkin belum sebesar dukungan untuk beberapa kampus lain. Namun, bagi Unsoed, kontribusi tersebut tetap menjadi bekal penting untuk menjalani persaingan di The Nationals.
"Untuk jumlahnya ya mungkin tidak sebanyak kampus-kampus lain, tapi Alhamdulillah sangat berarti bagi kita untuk berangkat ke Bandung," ucapnya.
Dengan persiapan latihan dan dukungan dari berbagai elemen kampus, Unsoed menargetkan penampilan maksimal di The Nationals. Eranio berharap para pemain dapat melewati setiap babak dan berpeluang mencapai partai final.
"Target? Tampil sebaik mungkin dari babak awal. Ya kalau rezeki mereka, ya alhamdulillah, namun kalau belum kita akan berusaha semaksimal mungkin. Semoga Tuhan mengizinkan hasil yang terbaik bagi kami." tukas Gery
Badminton The Nationals 2026 akan digelar di GOR KONI Bandung pada 21-25 September 2026. Unsoed menjadi salah satu kampus yang mengirimkan student-athlete terbanyak selain Uinsa dan UPI untuk bertanding dalam ajang tersebut. (GAP)