UPI Loloskan Atlet Terbanyak, Tanpa Juara Regional
Kualitas Pemain Berada di Titik Menengah

Kontingen Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menjadi kampus yang meloloskan atlet terbanyak dari Campus League Badminton Season 1 Regional Bandung menuju panggung The Nationals . Namun, banyaknya tiket ke tingkat nasional belum berbanding lurus dengan capaian podium tertinggi di Regional Bandung yang berlangsung di GOR KONI Bandung.
Koordinator Coach sekaligus ofisial tim badminton UPI, Deris Maulana, menyebut persaingan di Regional Bandung berlangsung sangat merata di hampir seluruh nomor. Kondisi tersebut membuat UPI kesulitan mengamankan gelar juara, terlebih mayoritas pemainnya berada pada level yang relatif berimbang.
“Hampir di semua nomor itu kompetitif, begitu kompetitif, hampir semua merata di semua nomornya, di semua lininya. Sedangkan dari kita itu kalau bicara merata, tidak merata pemainnya itu berada di kualitas-kualitas pemain itu berada di titik tengah,” kata Deris di GOR KONI Bandung, Kamis (17/9).
Menurut Deris, salah satu peluang UPI untuk meraih gelar sebenarnya berada di nomor tunggal putra melalui Santana Angga Prawira. Berdasarkan ranking dan rekam jejak, Santana menjadi salah satu pemain yang diproyeksikan meraih hasil tinggi.
Namun, cedera pada salah satu kakinya membuat performanya tidak maksimal. “Santana itu dari kita sedikit lebih unggul. Ada pun di lapangan kan kembali lagi ke individu itu sendiri, siapa yang jauh lebih siap di situ,” ujarnya.
UPI juga memasang target pada nomor ganda putra dan berhasil mengamankan podium ketiga. Sementara itu, Deris menegaskan target UPI memang disusun secara realistis dengan mempertimbangkan kondisi setiap atlet. “Kita bicara realistis. Mengapa saya bilang realistis? Pertama, realistis dari kondisi fisik dan keterampilan, kemudian track record prestasi, ranking anak itu sendiri,” katanya.
Untuk nomor beregu, tantangan UPI tidak lebih ringan. Hasil drawing menempatkan mereka dalam grup yang dihuni sejumlah tim kuat, termasuk BINUS Nusantara dan Unicom.
Deris menyebut kedua tim memiliki rekam jejak serta kekuatan pemain yang perlu diwaspadai. Karena itu, UPI memasang target minimal menembus semifinal. “Untuk target di beregu sendiri kita pasang target itu minimal masuk semifinal. Entah di lapangan seperti apa nanti implementasinya tergantung kepada individu masing-masing, siapa yang jauh lebih siap, ya dia yang akan berhasil,” tutur Deris.
Meski tanpa gelar juara di Regional Bandung, banyaknya atlet UPI yang lolos ke Individual The Nationals menjadi modal untuk mengejar capaian lebih tinggi di tingkat nasional.
Deris berharap peluang tersebut dapat dimaksimalkan dengan kesiapan individu setiap atlet, sekaligus membuka kesempatan bagi UPI untuk merebut podium tertinggi di The Nationals. (DT)

