Kota Cimahi
Banyak Melakukan Save Krusial Lawan Podomoro

Di balik hasil imbang 1-1 antara IKIP Siliwangi Bandung dan Universitas Podomoro Jakarta di Grup B Campus League Regional Jakarta, ada satu nama yang benar-benar bikin spotlight ke satu arah, yakni Ilham Kurniawan.
Sang kiper tampil luar biasa dan setidaknya lebih dari lima kali melakukan penyelamatan krusial. Terbang ke kanan, melompat ke kiri, jatuh menutup sudut. Ilham jadi alasan utama gawang Siliwangi tetap aman dari serangan bertubi-tubi Podomoro.
Ilham menyebut laga itu sebagai pertandingan paling sengit yang mereka jalani di fase grup. “Sengit banget. Sayangnya gagal tarik kemenangan, padahal tujuan utama kita cari 3 poin hari ini. Tapi hasil berkata lain, kita cuma dapat 1 poin. Alhamdulillah,” katanya usai laga.
Dengan sederet penyelamatan akrobatik yang bikin supporter seperti menahan napas, Ilham cuma tersenyum saat ditanya berapa banyak save yang ia lakukan. “Lebih dari lima ya? Kurang lebih seperti itu,” ujarnya merendah, padahal aksi-aksinya benar-benar jadi highlight.
Ketika ditanya bagaimana ia bisa tampil setenang itu di bawah tekanan, Ilham bilang semuanya kembali ke fokus dan keyakinan. “Kita sih yakin aja ya. Karena tujuan kita cari 3 poin, otomatis dilarang kebobolan. Jadi saya usaha lebih keras aja untuk tidak kebobolan,” jelasnya.
Meski atmosfer pertandingan begitu intens, Ilham mengaku tidak gugup sama sekali. Dirinya berusaha memberikan penampilan terbaiknya demi menjaga nama baik almamaternya.
Konsisten dalam Berlatih
Kemampuan refleks cepat dan aksi terbangnya tentu bukan hasil instan. Ilham bercerita bahwa latihannya sebenarnya simpel, tapi konsisten. “Latihan rutin aja bareng coach, pemain, dan yang lainnya. Sambil tambah-tambah latihan di rumah,” katanya. Latihan tambahan itu yang menurutnya bikin respons dan timingnya tetap terjaga.
Bagi Ilham, laga melawan Podomoro adalah pertandingan paling seru sejauh ini. “Seru banget. Kita jual-beli serangan sama Podomoro. Pertandingannya sangat ekstra—ekstra capek, insya Allah. Dan hasilnya juga sama kuat,” ucapnya sambil tertawa kecil.
Ia juga sempat menyinggung soal Campus League yang menurutnya menjadi panggung penting buat pemain kampus seperti dirinya. “Campus League keren banget. Cuma sayang satu hal, kita belum ada di Bandung regionalnya. Baru ada tahun depan. Saya harap ke depannya Campus League bisa lebih baik lagi,” harapnya.
Di balik refleks cepat dan aksinya yang fearless, Ilham menyimpan mimpi yang ia jaga rapat-rapat. Ia ingin karier futsalnya terus berkembang, entah ke mana jalannya akan membawanya. “Saya harap Allah kasih jalan terbaik buat saya. Walaupun saya sekarang masih tingkat kampus,” katanya dengan penuh keyakinan.
Mungkin IKIP Siliwangi belum meraih tiga poin dan terhenti di penyisihan grup, tapi Ilham Kurniawan membuktikan dirinya bukan sekadar penjaga gawang. Ia adalah simbol determinasi, kerja keras, dan mimpi yang dikejar lewat panggung Campus League.
Belum ada jadwal pertandingan tersedia
Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.
Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.