DKI Jakarta
Melewati Overtime dengan Kemenangan atas UKSW

Institut Perbanas Jakarta sukses mengakhiri Basketball Campus League Season 1 dengan gelar juara putra. Pada partai final yang berlangsung di UPH Basketball Court, Tangerang, Banten, Sabtu (13/6), Perbanas mengalahkan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) dengan skor tipis 47-45 melalui pertandingan yang berlangsung hingga overtime.
Bagi Pelatih Perbanas, Zulfahrizal, keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata dari kerja keras yang telah dilakukan tim sepanjang musim. Ia mengaku bersyukur melihat para pemain mampu menunjukkan karakter dan ketenangan dalam pertandingan yang penuh tekanan.
“Alhamdulillah, saya tidak bisa berkata-kata. Tuhan kasih rezeki yang baik kepada saya. Tuhan kasih langsung di depan mata bukti nyata dari hasil kerja keras anak-anak,” ujarnya.
Partai final memang berlangsung ketat sejak awal hingga akhir. Kedua tim saling bergantian menguasai momentum dan tidak pernah benar-benar menjauh dalam perolehan angka. Situasi tersebut membuat aspek mental menjadi faktor penting dalam menentukan hasil akhir pertandingan.
Menurut Zulfahrizal, sejak awal dirinya terus mengingatkan para pemain untuk tetap tenang dan tidak terbawa ritme permainan lawan. Ia menilai UKSW merupakan tim yang memiliki karakter kuat dan mampu menciptakan tekanan sepanjang pertandingan.
“Saya bilang kepada anak-anak, yang bisa mengalahkan mereka hanya ketenangan dari kami sendiri. Jangan panik, jangan terbawa suasana mereka. Jangan masuk ke ritme mereka, kami harus keluar dari zona itu,” katanya.
Pelatih yang akrab disapa Coach Izal itu menegaskan bahwa Perbanas memiliki identitas permainan sendiri. Karena itu, ia meminta para pemain tetap menjalankan game plan yang telah dipersiapkan sejak awal.
“Kami punya ritme sendiri. Mereka yang harus masuk ke ritme kami, tidak boleh masuk ke ritme mereka. Alhamdulillah itu berhasil dilakukan oleh anak-anak,” lanjutnya.
Keberhasilan tersebut sekaligus melanjutkan tradisi prestasi Perbanas di level nasional. Menurut Zulfahrizal, gelar musim ini menjadi pembuka gelar-gelar diraih Perbanas di kompetisi nasional lainnya.
Meski demikian, ia mengingatkan para pemain untuk tidak cepat puas dengan pencapaian tersebut. Baginya, gelar juara harus menjadi motivasi untuk bekerja lebih keras lagi pada musim berikutnya.
“Saya harap anak-anak tidak terlena. Kami harus kerja keras lagi dan tahun depan harus lebih baik lagi,” ujarnya.
Pertahankan Nama Besar Basket Jakarta
Selain berbicara mengenai keberhasilan timnya, Zulfahrizal juga memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Basketball Campus League Season 1, terutama di fase The Nationals. Menurutnya, kompetisi ini menghadirkan persaingan yang sangat kompetitif dan menunjukkan kualitas basket kampus Indonesia yang semakin merata.
“Campus League menyajikan pertandingan yang sangat baik. Saya melihat semua tim yang bermain di level nasional ini kekuatannya sama,” katanya.
Karena kualitas antartim yang semakin berimbang, Zulfahrizal menilai faktor mentalitas menjadi pembeda utama dalam setiap pertandingan. Tim yang mampu menjaga fokus dan menunjukkan karakter juara akan memiliki peluang lebih besar untuk keluar sebagai pemenang.
“Perkaranya tinggal mentalitas. Siapa yang benar-benar ingin menang dan siapa yang bisa mengeluarkan mentalitas juara,” tegasnya.
Ia juga menyoroti posisi Jakarta yang menurutnya masih menjadi barometer basket universitas di Indonesia. Tradisi kompetisi yang kuat membuat tim-tim asal Jakarta terbiasa menghadapi tekanan dan persaingan ketat.
“Barometer bola basket saat ini masih dipegang Jakarta. Jakarta adalah kiblat bola basket universitas di Indonesia. Jakarta mentality, Jakarta datang, Jakarta menang,” tutup Zulfahrizal.
Mentalitas itulah yang menurutnya kembali ditunjukkan Perbanas pada partai final. Di tengah tekanan laga yang berlangsung hingga overtime, Rhinos mampu menjaga ketenangan dan akhirnya mengangkat trofi juara Basketball Campus League The Nationals musim perdana. (GAP)
Belum ada jadwal pertandingan tersedia
'Rhinos' Taklukkan UKSW Lewat Drama Overtime
Bersiap Hadapi UKSW di The Nationals Final

Zulfahrizal: Bukan Nama Pemain, Tapi Perbanas
Rhinos Kalahkan Tuan Rumah UPH 59-50
Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.
Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.