Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.
Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.
Kab. Bogor
Selalu Melatih Fisik dan Shooting
Tim basket putra Institut Pertanian Bogor (ITB) punya shooter berbahaya dari garis tripoin. Sosok itu adalah Rakazinolla Arza Nugraha. Guard Agric Basketball tersebut tampil konsisten menjadi pembeda dalam dua laga awal Basketball Campus League Season 1 Regional Bandung.
Saat IPB melawan Universitas Islam Bandung di laga perdana (17/5), Arza langsung menunjukkan kualitasnya sebagai shooter andalan. Tembakan tiga angka miliknya memaksa pertandingan berjalan hingga overtime sebelum akhirnya IPB menyerah kalah tipis.
Pada laga itu, Arza tampil efisien dengan akurasi tripoin mencapai 39 persen dan menyumbang 27 poin untuk timnya. Kontribusinya kembali terlihat saat IPB menghadapi Universitas Perjuangan Tasikmalaya, Rabu (19/5).
Dari tujuh percobaan tripoin, empat di antaranya berhasil masuk. Efisiensinya kembali tinggi, mencapai 20 angka, dan membantu permainan IPB tetap stabil sepanjang pertandingan dan akhirnya menang.
Namun, kemampuan shooting Arza tidak instan. Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Manajemen angkatan 2024 itu mengaku proses membangun tembakan tripoinnya dimulai dari memperkuat fisik.
Menurutnya, basket bukan hanya soal akurasi tembakan, tetapi juga soal bagaimana pemain mampu bertahan menghadapi kontak fisik sepanjang pertandingan.
“Saya pribadi fokus di angkat beban dulu sih, karena kalau engga ada power, ya tahu sendiri kan basket nggak lepas dari ada kontak fisik,” jelas Arza.
“Butuh tenaga besar, jadi fokus di angkat beban, powernya ditambah,” lanjut mahasiswa asal Bandung tersebut.
Setelah merasa kekuatan fisiknya meningkat, Arza mulai fokus membangun konsistensi shooting. Ia percaya repetisi menjadi kunci utama untuk membentuk insting seorang shooter.
“Setelah power ditambah, baru ke shooting dan repetisi di setiap latihan. Minggu pertama misalnya 50, selanjutnya 100 dan minggu selanjutnya ditambah terus,” ujarnya.
Persiapan Mepet tapi Harus Siaga
Kerja keras itu mulai terlihat hasilnya di Basketball Campus League. Arza mampu tampil percaya diri dan menjadi salah satu motor permainan IPB, meski persiapan tim menuju Regional Bandung terbilang cukup singkat.
Bagi Arza, kondisi tersebut bukan alasan untuk menurunkan standar permainan. Ia justru memilih menambah porsi latihan individu demi menjaga performanya tetap maksimal saat pertandingan.
“Persiapan kami cukup mepet, tapi mau gimana pun tetap siap. Saya pribadi tambah latihan individunya lagi. Karena kami kampus negeri, banyak agenda kuliah, jadi dari anak-anaknya nambah sendiri,” kata Arza.
Di luar aktivitas kampus, Arza juga tetap menjaga ritme bermain bersama klubnya, Galaxy Star Bogor. Hal itu membantunya tetap berada dalam kondisi kompetitif sepanjang musim.
Basket Tak Selamanya
Meski serius menekuni basket, Arza memahami bahwa perjalanan seorang atlet tidak berlangsung selamanya. Karena itu, ia tetap menjaga keseimbangan antara basket dan pendidikan.
“Iya lagi dipikirin banget karena basket nggak selamanya. Selagi masih bisa basket kenapa nggak, tapi pendidikan nggak ditinggalin. Basket jalan, akademik juga nggak ditinggalin,” ucapnya.
Basketball Campus League sendiri meninggalkan kesan besar bagi Arza. Menurutnya, kompetisi ini menghadirkan pengalaman berbeda untuk basket kampus di Indonesia. Ia bahkan melihat potensi besar Campus League untuk berkembang dalam jangka panjang.
“Buat saya pribadi, ini event yang besar. Sempat lihat plan 10 tahun ke depan. Gila banget, dari regional sampai national dan bisa jadi wakil Indonesia. Itu luar biasa buat anak-anak kampus,” katanya.
Ia juga menilai kehadiran kompetisi seperti Campus League menjadi ruang penting bagi pebasket kampus untuk berkembang dan tetap memiliki panggung kompetitif.
“Event kampus kan nggak banyak, dan Campus League ini jadi event yang bagus,” lanjutnya.
Soal target pribadi, Arza memilih tetap sederhana. Ia hanya ingin memberikan kontribusi terbaik untuk IPB di setiap pertandingan.
“Bisa kasih yang terbaik buat tim. Kemarin targetnya masuk semifinal, tapi nggak tahu ke depannya. Yang penting berusaha sebaik mungkin,” tutupnya. (GAP)
26 Oktober 2026
13.30 WIB

Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta