Jawa Barat
Cari Pengalaman dan Jam Terbang di Campus League
Perjalanan Institut Teknologi Harapan Bangsa (ITHB) Bandung di Basketball Campus League The Nationals memang berakhir tak sesuai harapan. Namun, bagi Raden Muhammad Raisha, kompetisi ini memberikan bekal penting untuk melangkah ke level yang lebih tinggi.
Guard ITHB yang juga bagian dari skuad klub IBL Satria Muda itu mengaku The Nationals menjadi ajang yang sangat berharga untuk menambah jam terbang sekaligus mengukur kemampuan menghadapi pemain-pemain terbaik dari berbagai regional di Indonesia.
ITHB menjadi wakil Bandung yang mampu memberikan perlawanan sengit sepanjang fase grup. Meski hasil akhir belum sepenuhnya mewujudkan harapan lolos ke The Nationals Four, Raisha melihat banyak pelajaran yang bisa dipetik dari perjalanan timnya di panggung nasional.
Menurutnya, ada beberapa pertandingan yang sebenarnya bisa diamankan oleh ITHB. Namun, pengalaman tersebut justru menjadi bahan evaluasi penting bagi tim untuk berkembang di masa mendatang.
“Kalau secara keseluruhan, ada beberapa pertandingan yang sebenarnya bisa kami ambil, terutama dua game terakhir. Tapi ini jadi pembelajaran buat kami semua dan juga buat adik-adik yang nanti melanjutkan perjuangan kampus ke depannya,” ujar Raisha.
Di balik hasil yang diraih tim, Raisha merasakan manfaat besar secara individu. Bermain di The Nationals mempertemukannya dengan pemain-pemain berkualitas dari berbagai kampus dan regional, sesuatu yang tidak selalu bisa didapatkan di regional.
Bagi pemain yang juga masuk dalam nominasi IBL Rookie of The Year 2026 tersebut, atmosfer kompetitif di The Nationals menjadi pengalaman yang sangat berharga.
“Kalau dari saya pribadi, yang paling terasa adalah jam terbang. Kompetisinya bagus, level persaingannya juga tinggi. Pemain-pemain yang saya hadapi kualitasnya bagus semua. Jadi ini menambah pengalaman buat saya sebagai persiapan nanti di level pro,” kata Raisha.
Raisha menilai The Nationals menghadirkan tantangan yang berbeda. Setiap pertandingan memaksanya untuk terus beradaptasi dengan karakter lawan yang beragam, ritme permainan yang cepat, serta intensitas kompetisi yang tinggi.
Pengalaman seperti itu menjadi modal penting menjelang aktivitasnya bersama Satria Muda di kompetisi profesional mendatang.
Raisha mengaku sempat bertemu dengan sejumlah pemain IBL seperti Deo Conrad (Rajawali Medan) dan Nabizar Attila (Satya Wacana Salatiga) yang juga memanfaatkan The Nationals sebagai wadah menambah jam terbang.
Menurutnya, seluruh pemain datang dengan tujuan yang sama, yakni berkembang dan menjadi lebih baik.
“Mereka juga pasti cari experience dan cari jam terbang. Jadi sama-sama berkembang,” lanjutnya.
The Nationals memang menjadi panggung bagi kampus-kampus terbaik Indonesia. Namun bagi Raisha, kompetisi ini juga berfungsi sebagai ruang belajar yang memperkaya pengalaman bertanding. (GAP)
Belum ada jadwal pertandingan tersedia

ITHB Arrows Gagal Menggigit, Tapi Banyak Belajar
Tutup Fase Grup dengan Kemenangan
Arrows Menang Meyakinkan atas Unmul
Muhammad Raisha Catatkan Triple-Double
Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.
Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.