Kota Jakarta Timur
Kalah dari Perbanas Putri di Laga Awal

STIE Indonesia belum berhasil meraih kemenangan saat menghadapi Institut Perbanas di Grup F Putri Basketball Campus League Season 1 Regional Jakarta. Bermain di Basketball Court Universitas Pelita Harapan (UPH), Tangerang, Banten, Selasa (26/5), mereka harus menyerah dengan skor 46-53.
Meski kalah, pelatih STIE Indonesia Harryko Elsyam melihat ada perkembangan positif dari timnya dibanding pertemuan sebelumnya dengan lawan yang sama.
Jika sebelumnya kalah dengan margin cukup jauh di sebuah kompetisi, kali ini STIE Indonesia mampu memberi perlawanan lebih ketat hingga akhir pertandingan.
Namun di balik peningkatan tersebut, Harryko menilai timnya masih punya satu masalah utama: kehilangan momentum di momen-momen penting pertandingan.
“Sebenarnya kami sempat dapat momentum, tapi habis itu drop lagi. Jadi lawan bisa naik lagi. Ada beberapa momentum yang lepas,” ujarnya.
Menurut Harryko, awal pertandingan yang kurang baik membuat ritme permainan timnya sulit stabil. Dalam lima menit pertama, STIE Indonesia bahkan sempat kesulitan mencetak poin karena masih terlihat gugup menghadapi laga perdana.
Ia juga menyoroti bagaimana tim terlalu terburu-buru menyerang ketika lawan mulai mencetak poin dengan mudah. Padahal sejak awal, strategi mereka adalah memperlambat tempo permainan untuk meredam gaya cepat Perbanas.
“Kalau defense bagus, offense biasanya ikut bagus. Tapi kalau lawan gampang bikin skor, anak-anak jadi buru-buru mau balas,” katanya.
Berkaca dari statistik, performa STIE dalam mengejar poin cukup signifikan dari kuarter awal hingga akhir. Bahkan di dua kuarter akhir, Rachmadina Devita Sari dkk level up dengan menahan imbang 8-8, bahkan unggul 20-13. Sayangnya ketertinggalan poin di paruh pertama juga cukup jauh sehingga mereka harus menelan kekalahan.
Selain faktor mental dan konsistensi, adaptasi terhadap bola pertandingan juga disebut menjadi tantangan tersendiri. STIE Indonesia terbiasa berlatih menggunakan bola Molten. “Mungkin anak-anak kurang adaptasi karena kami nggak pernah latihan pakai bola Spalding,” jelas Harryko.
Meski begitu, Harryko tetap mengapresiasi perkembangan tim muda asuhannya yang mayoritas masih diisi pemain semester tiga dan empat. Musim ini, fokus utama mereka memang bukan sekadar mengejar hasil, melainkan membangun pengalaman dan progres permainan.
Kini, STIE Indonesia berharap bisa menjaga momentum dengan lebih baik di dua laga tersisa agar perkembangan yang sudah terlihat bisa berbuah hasil positif di pertandingan berikutnya.
Belum ada jadwal pertandingan tersedia

Dunia Futsal Kampus Kehilangan Sosok yang Dedikatif

Berikan Selamat kepada UKI Jakarta

Kalah Selisih Gol dari UKI Jakarta

STIE Menang dengan Skor 2-1.
Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.
Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.