Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.
Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.
Kota Bandung
Optimisme Satu-satunya Wakil STIE STAN IM di Campus League
.jpg&w=1920&q=75)
Muhammad Arya Fauzan membuka kiprahnya di Badminton Campus League Regional Bandung dengan kemenangan dramatis. Tunggal putra STIE STAN Indonesia Mandiri itu menyingkirkan Rizky Muhammad Apriza dari Universitas Komputer Indonesia (Unikom) Bandung melalui rubber game 15-9, 10-15, 15-12 di GOR KONI Bandung, Rabu (15/9).
Kemenangan tersebut tidak diraih dengan mudah. Fauzan yang terbiasa bermain dengan sistem 21 poin harus beradaptasi cepat dengan format 15 poin yang digunakan pada kompetisi kali ini.
“Ini pertama kali saya merasakan poin 15. Sebagai pemain yang biasa dengan poin 21, jujur cukup tegang karena belum terbiasa. Jadi harus cepat beradaptasi, terutama dalam mengatur poin dan ritme permainan,” ujar Fauzan.
Sempat unggul di gim pertama, Fauzan kehilangan kendali pada gim kedua setelah Apriza mengubah pola permainan menjadi lebih cepat. Tekanan semakin terasa karena Apriza bukan lawan asing. Ia merupakan junior Fauzan di klub.
“Pressure pasti ada. Kebetulan dia junior saya dulu di klub sendiri. Kalau kalah ada gengsinya juga,” katanya.
Fauzan akhirnya mampu bangkit di gim penentuan dan mengunci kemenangan 15-12. Hasil tersebut sekaligus mengantarnya ke babak perempat final.
Namun, tantangan yang lebih besar sudah menanti. Fauzan akan menghadapi unggulan pertama dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Santana Angga Prawira. Lawan yang sudah tiga kali dihadapinya dan selalu berakhir dengan kekalahan.
Pertemuan terakhir terjadi di Bumi Siliwangi Open 2026. Saat itu Fauzan nyaris memaksakan rubber game, tetapi kembali harus mengakui keunggulan sang lawan.
Kini, pertemuan keempat menjadi kesempatan bagi Fauzan untuk memutus catatan tersebut. “Mudah-mudahan nanti siang bisa paksa rubber dulu, baru menang. Insya Allah,” ucapnya optimistis.
Menariknya, Fauzan menjadi satu-satunya student athlete yang mewakili STIE STAN Indonesia Mandiri di kompetisi ini. Tidak ada wakil lain dari kampusnya di nomor tunggal putra maupun sektor lainnya. “Saya satu-satunya perwakilan dari kampus. Jadi ada rasa bangga juga,” ujarnya.
Di luar arena, Fauzan juga harus membagi waktu antara kuliah dan melatih bulutangkis. Ia merupakan pelatih di DNA Badminton Club, Cimahi, klub milik ayahnya yang telah berjalan hampir lima tahun dan kini memiliki sekitar 30 atlet.
Fauzan menangani atlet kelompok menengah hingga atas, sementara sesi atlet usia lebih kecil ditangani pelatih lainnya.
Untuk menjaga keseimbangan, ia memilih kuliah Manajemen melalui kelas karyawan yang berlangsung Kamis, Jumat, dan Sabtu. Sementara jadwal melatih berlangsung Selasa dan Jumat sore.
“Kalau hari Jumat kadang saya harus bergantian. Minggu ini kuliah, minggu berikutnya melatih. Jadi memang harus pintar membagi waktu,” tuturnya.
Berbekal pengalaman sebagai mantan atlet Mutiara Cardinal Bandung pada 2019–2020, Fauzan mengaku ingin terus berada di dunia bulutangkis, baik sebagai pemain maupun pelatih.
Untuk saat ini, ia memilih menikmati perjalanan satu pertandingan demi satu pertandingan.
“Di Campus League ini, target saya satu demi satu saja. Kalau bisa juara, saya anggap itu bonus,” tutup Fauzan. (DT)
23 Oktober 2026
14.00 WIB

Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto