D.I. Yogyakarta
Bangun dari Tidur Panjang Satu Dekade

Perjalanan Tim Basket Putra STIE YKPN di Basketball Campus League Season 1 Regional Yogyakarta 2026 memang belum berbuah hasil manis. Tiga laga di fase Grup D harus ditutup dengan kekalahan.
Tapi di balik hasil tersebut, ada cerita penting tentang proses bangkitnya sebuah tim yang sempat “mati suri”.
Tim asuhan Ndaru Nur Wibowo ini tampil dengan semangat juang tinggi. Meski kerap tertinggal jauh, Endriyano Ericho dan kawan-kawan tetap bermain disiplin hingga peluit akhir. Mental bertanding mereka jadi salah satu poin yang layak diapresiasi.
Ndaru pun tidak menutup fakta bahwa timnya datang dengan segala keterbatasan. Mulai dari persiapan yang minim hingga kondisi fisik yang belum ideal.
"Ya kita memang bukan student-athlete produk dari beasiswa atau jalur prestasi ya, tapi dari comot-comot pemain yang benar-benar suka basket. Kami sangat apa adanya, persiapan mepet, endurance dan fisik jelas jadi fokus problem kita," ujar Ndaru di GOR Ki Bagoes Hadikoesoemo, Sleman, Senin (4/5).
Bangun dari Tidur Panjang
Lebih dari sekadar hasil pertandingan, keikutsertaan anak-anak "Kampus Pahlawan Negara" di Campus League jadi momentum penting. Ini adalah langkah awal kebangkitan setelah UKM Basket mereka vakum cukup lama, bahkan hampir satu dekade.
"Ini event kompetisi pertama buat kami setelah vakum beberapa tahun, kayaknya sampai 10 tahun. Ini kita baru mulai ngebangun lagi. Jadi ikut Campus League ini kita seperti recovery," jelasnya.
Tak hanya fokus membangun tim, Ndaru juga melihat ajang ini sebagai pintu untuk masa depan yang lebih serius. Ia berharap kampus bisa mulai membuka peluang jalur beasiswa bagi atlet basket, demi regenerasi pemain yang lebih kompetitif.
"Iya, akan kesana (Permintaan Beasiswa Pemain). Kami akan beri masukan untuk kampus. Kemarin juga udah bilang sama pembina UKM, kami harus sampai ke taraf mereka itu. Kampus-kampus lain kan sudah berhasil sejak lama, lewat beasiswa, basketnya maju dan berprestasi," tambahnya.
Kampus Full Support
Meski masih dalam tahap awal, dukungan kampus disebut sudah mulai terasa. Mulai dari fasilitas hingga kebijakan akademik, semuanya jadi bahan bakar semangat bagi tim.
"Kampus sangat mendukung kami di Campus League ini, kami diberi izin, ada support jersey, sampai anak-anak diberikan transportasi naik shuttle ke sini. Bahkan ada dispensasi jam kuliah buat anak-anak yang ikut kompetisi," ungkap Ndaru.
Dukungan tersebut jadi energi tambahan bagi STIE YKPN untuk terus berkembang. Tak berhenti di musim ini, sang pelatih memastikan timnya akan kembali tampil di musim depan, tentu dengan persiapan yang lebih matang dan target yang lebih tinggi.
Belum ada jadwal pertandingan tersedia
Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.
Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.