Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.
Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.
Kab. Sleman
Masih Rebuild dan Membangun Kekuatan Baru

Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) Yogyakarta belum memasang target muluk-muluk di Campus League Futsal Jogja Season 1. Setelah melewati Season 0 tanpa kemenangan, STMM ingin membawa pulang setidaknya satu kemenangan.
Pelatih STMM Yogyakarta, Labo Efflamengo, menyebut timnya sedang dalam fase rebuild. Persiapan menuju Season 1 juga tak berjalan ideal karena pergantian pelatih terjadi cukup dekat dengan jadwal kompetisi.
“Futsal STMM sedang rebuild dan baru berkembang lagi,” ujar Labo.
STMM sebelumnya tampil pada Campus League Futsal Season 0. Saat itu, mereka belum berhasil meraih kemenangan. Salah satu hasil yang paling diingat adalah kekalahan 0-10 dari Universitas Gadjah Mada (UGM), yang sempat menjadi kekalahan terbesar pada musim tersebut.
Musim ini, Labo tak ingin timnya terburu-buru mengejar hasil. Menurutnya, STMM masih berusaha membangun fondasi permainan dan menciptakan lingkungan yang nyaman bagi mahasiswa yang ingin berolahraga.
Membangun Ulang Kekuatan
STMM memang membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mengikuti latihan tanpa harus melewati seleksi ketat. Tujuannya bukan semata-mata mengejar prestasi, tetapi juga menyediakan ruang bagi mahasiswa untuk bermain futsal bersama.

Duel pemain STMM (putih) dengan UPNVY pada laga Campus League Futsal Regional Jogja. (Foto: Fahmi Abdushshofi/Campus League)
“Bagi saya, satu pemain tidak ada artinya kalau bermain dalam tim yang berisi lima orang. Mending pemain biasa, tetapi kompak. Kalau bisa bergerak bersama, tim juga bisa berkembang,” kata Labo.
Pada pertandingan pembuka Season 1, STMM harus mengakui keunggulan UPN Veteran Yogyakarta dengan skor 0-4. Meski kalah, Labo melihat anak asuhnya mampu memberikan perlawanan pada babak pertama sebelum lawan memecah kebuntuan.
Ia mengakui kualitas pemain UPN Veteran Jogja berada di atas timnya. Namun, STMM masih punya dua pertandingan untuk memperbaiki penampilan. Evaluasi utama ada pada mental bermain dan keberanian menguasai bola.
Menurut Labo, para pemain sebenarnya punya sejumlah peluang. Sayangnya, kesempatan tersebut belum bisa dimaksimalkan menjadi gol. Penyelesaian akhir pun menjadi pekerjaan rumah yang perlu dibereskan sebelum laga berikutnya.
“Secara kualitas pemain, UPN di atas kami. Tetapi anak-anak bisa bermain baik menahan mereka di babak pertama. Masih ada dua match dan kita akan evaluas,” tutur Labo.
Bisakah STMM meraih kemenangan yang mereka incar musim ini? Saksikan perjuangan mereka di Campus League Futsal Jogja Season 1 melalui kanal YouTube resmi Campus League. (GAP)
23 Oktober 2026
14.00 WIB

Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto