Sukoharjo
Basket STIKES Aktif dan Punya Student-Athlete
Sukoharjo mungkin bukan kota besar di peta basket Indonesia. Namun, denyut permainan bola basket di daerah ini tak bisa dipandang sebelah mata.
Berada di selatan dan barat Kota Surakarta (Solo), hanya sekitar 10 kilometer dari pusat kota, Sukoharjo ikut merasakan “panasnya” atmosfer basket Solo Raya yang sudah lebih dulu dikenal lewat tradisi panjang klub-klub besar.
Kedekatan geografis itu membawa pengaruh besar. Solo dikenal sebagai salah satu kota dengan kultur basket kuat, mulai dari era Bhinneka Sritex hingga Kesatria Bengawan Solo.
Efeknya terasa hingga ke Sukoharjo, termasuk di lingkungan kampus seperti STIKES Nasional. Sebagai kampus yang berfokus pada bidang kesehatan, STIKES Nasional ternyata punya gairah tinggi di dunia basket.
Tim mereka menjadi salah satu representasi bahwa semangat student-athlete juga hidup di Sukoharjo, meski ekosistem basket kampus di daerah ini belum sebesar kota-kota lain.
Menariknya, perjalanan tim basket STIKES Nasional tak sepenuhnya berbasis di Sukoharjo. Mereka justru rutin berlatih di Solo, tepatnya di GOR Warga.
Hal ini bukan tanpa alasan. STIKES Nasional berada dalam satu naungandengan Yayasan Pendidikan Warga Solo, sehingga fasilitas tersebut menjadi “rumah” bagi mereka untuk berkembang.
Pelatih STIKES Nasional, Sandy Salomo, yang akrab disapa Coach Momo, mengungkapkan bahwa timnya memiliki jadwal latihan rutin dan tetap menjaga intensitas meski harus berpindah kota.
“Kami punya jadwal latihan hampir setiap hari. Latihannya di Solo, di GOR Warga, karena memang satu yayasan. Untuk sparring juga macam-macam, kadang kami keluar, kadang lawan datang ke Solo,” jelasnya.
Potensi Basket Sukoharjo
Menurut Coach Momo, potensi basket di Sukoharjo sebenarnya ada. Hanya saja, geliatnya masih lebih banyak terlihat di level sekolah, terutama SMP dan SMA. Sementara di level kampus, ruang untuk berkembang masih terbatas.
Di situlah pentingnya kehadiran kompetisi seperti Campus League. Bagi STIKES Nasional, ajang ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga panggung untuk menunjukkan bahwa student-athlete dari daerah seperti Sukoharjo punya kualitas dan semangat bersaing.
Dengan kata lain, STIKES saat ini menjaga basket Sukoharjo, khususnya di level perguruan tinggi untuk terus bernapas.
Coach Momo pun berharap Campus League bisa terus menjadi wadah yang konsisten, bukan hanya untuk bertanding, tetapi juga membuka peluang lebih luas bagi para pemain.
“Harapannya Campus League bisa jadi tempat buat anak-anak ini berkembang. Bukan cuma main, tapi juga bisa dapat kesempatan, termasuk beasiswa, supaya mereka bisa kuliah sambil tetap bermain basket,” ujarnya.
Dari Sukoharjo ke Solo, dari GOR Warga ke panggung kompetisi, perjalanan STIKES Nasional adalah bukti basket hidup di mana saja. Tinggal bagaimana wadahnya terus dibuka, agar mimpi student-athlete bisa terwujud. (GAP)
Belum ada jadwal pertandingan tersedia
Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.
Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.