D. I. Yogyakarta
UAD Menurunkan Rerata Pemain Semester Dua dan Empat
Universitas Ahmad Dahlan (UAD) datang ke Basketball Campus League Season 1 Regional Yogyakarta dengan target juara. Meski diperkuat mayoritas student-athlete tahun pertama dan kedua, tim asuhan Gogor Gubah Nugroho ini tak setengah-setengah memasang target, juara regional dan melaju ke The National.
Debut mereka langsung jadi bukti. UAD Putra membuka langkah dengan kemenangan dramatis atas STIKES Sukoharjo lewat skor tipis 88-87.
Laga tersebut berjalan ketat dari awal hingga akhir, bahkan sempat berada di titik krusial yang menguji ketahanan mental para pemain muda UAD. Agung Alfadi dan kawan-kawan berhasil keluar dari tekanan, tapi jelas, perjalanan mereka masih panjang.
Head coach Gogor Gubah Nugroho tak menutup mata. Ia menilai kemenangan itu belum sepenuhnya mencerminkan potensi timnya. Justru, banyak catatan evaluasi yang langsung ia kantongi usai laga pembuka tersebut.
“Harusnya kami bisa berada di posisi yang lebih menguntungkan. Tapi mental toughness saat di momen puncak itu yang anak-anak masih harus belajar,” ujar Gogor.
UAD memang tampil dengan komposisi yang sangat muda. Dari total 15 pemain, 10 di antaranya adalah mahasiswa tahun kedua, sementara lima sisanya masih berstatus tahun pertama.
Artinya, hampir seluruh roster masih berada di fase awal perkembangan, baik secara teknik maupun mental bertanding.
Hal itu terlihat jelas saat menghadapi STIKES. Menurut Gogor, nervous jadi faktor yang cukup terasa di gim pertama. Namun, ia memaklumi kondisi tersebut sebagai bagian dari proses.
“Evaluasinya lebih ke personal error. Apalagi pemain paling senior saja baru tingkat dua. Rata-rata semester dua atau empat,” lanjutnya.
Sebagai mantan asisten pelatih Bima Perkasa Jogja di level IBL, Gogor paham betul bahwa membangun tim muda bukan perkara instan. Ia menekankan pentingnya progres bertahap, terutama dalam membentuk mentalitas kompetitif.
“Di gim pertama memang masih terlihat nervous, dan itu risiko punya tim muda. Tapi saya yakin mereka bisa berkembang, terutama dari sisi mental,” tegasnya.
Meski begitu, target tinggi tetap dipasang. Gogor tak ingin timnya sekadar jadi pelengkap di Regional Yogyakarta.
“Target kami juara. Tidak ada target lain. Minimal kami harus lolos ke The National,” ucapnya mantap.
Lebih jauh, Gogor juga mengapresiasi hadirnya Campus League sebagai wadah kompetitif bagi mahasiswa. Ia menilai level persaingan di Regional Yogyakarta dan Jawa Tengah sangat merata, dengan banyak tim berkualitas yang siap saling sikut.
“Di Jateng dan DIY itu banyak tim yang kekuatannya berimbang. STIKES bagus, UAD lagi naik, USM stabil, Satya Wacana juga kuat, belum lagi tim-tim kejutan lainnya,” jelasnya.
Saking ketatnya persaingan, Gogor bahkan sempat melontarkan usulan santai.
“Kalau bisa, kuotanya ditambah. Soalnya di sini banyak tim bagus dan pertandingannya selalu seru,” tutupnya sambil tertawa. (GAP)
Belum ada jadwal pertandingan tersedia
Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.
Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.