Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.
Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.
Kota Jakarta Selatan
Lewati Adangan dan Perlawanan Sengit dari Bagus Suyarto

Nopriansyah Adi Gunawan dari Universitas Bhayangkara Bekasi (Ubhara) menjadi juara tunggal putra Badminton Regional Bandung Season 1. Ia mengalahkan M. Bagus Suyarto dari Universitas Budi Luhur (UBL) dua gim langsung 15-12, 16-14.
Nopriansyah langsung mengambil inisiatif pada awal gim pertama. Ia membuka laga dengan keunggulan 2-0 dan terus mencoba menjaga tekanan kepada Bagus.
Bagus yang sempat terlambat menemukan ritme permainan perlahan mulai mengejar. Perolehan poin pun berjalan lebih ketat ketika pertandingan memasuki pertengahan gim.
Nopriansyah tidak membiarkan momentum beralih. Ia tetap menjaga permainan dan berusaha mempertahankan jarak hingga memasuki poin-poin akhir.
Tekanan Bagus belum cukup untuk membalikkan keadaan. Nopriansyah akhirnya menutup gim pertama dengan skor 15-12.

Aksi Nopriansyah Adi Gunawan saat menghadapi Bagus Suyarto di laga final Regional Bandung. (Foto: Fahmi Abdushshofi/Campus League)
Memasuki gim kedua, Bagus mencoba bangkit. Permainan berjalan lebih ketat dan wakil UBL berusaha terus menempel perolehan angka Nopriansyah.
Namun, upaya Bagus beberapa kali terhambat oleh kesalahan sendiri. Situasi tersebut dimanfaatkan Nopriansyah untuk kembali mengamankan poin-poin penting.
Bagus tetap berusaha mengejar hingga fase akhir. Selisih angka yang tipis membuat setiap reli menjadi krusial. Nopriansyah harus menjaga konsentrasi agar tidak kehilangan keunggulan yang sudah dibangun.
Pertandingan akhirnya memasuki poin-poin tambahan. Nopriansyah mampu bertahan dari tekanan dan menutup gim kedua dengan skor 16-14.
Kemenangan tersebut memastikan Nopriansyah mengunci gelar juara tunggal putra Badminton Regional Bandung Season 1.
Sementara itu, Bagus harus puas menjadi runner-up. Ia gagal memaksa pertandingan berlanjut ke gim ketiga setelah Nopriansyah mampu mengatasi tekanan hingga poin terakhir. (GAP)
Yogyakarta

Universitas Tidar
23 Oktober 2026
14.00 WIB

Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Universitas Tidar
23 Oktober 2026
15.45 WIB

Universitas Gadjah Mada

Universitas Mercu Buana Yogyakarta
23 Oktober 2026
17.30 WIB

Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD