Campus League 2026 merupakan platform kompetisi olahraga, akademik, dan pengembangan komunitas mahasiswa terbesar di Indonesia. Kami menyelenggarakan turnamen antar-perguruan tinggi nasional untuk cabang olahraga futsal, bola basket, dan bulu tangkis (badminton), serta kompetisi seni kreatif (art competition). Melalui program pembinaan student-athlete, kami fokus menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan performa akademis di ruang kelas.
Setiap partisipan diwajibkan memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum dan menyelesaikan aksi kontribusi sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi bersama berbagai universitas terbaik di Indonesia dan didukung oleh sponsor terkemuka, kami berkomitmen melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas tinggi, berjiwa sosial, dan siap bersaing di kancah profesional dunia kerja.
Kab. Sleman
Pandai Atur Waktu dan Punya IPK 3,81

Bagi Yolan Novia Andjani, akademik dan futsal bisa berjalan beriringan. Mahasiswi semester 7 Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (UGM) itu merupakan bagian dari tim futsal putri UGM yang bertanding di Campus League Futsal Regional Jogja Season 1.
Menariknya, di tengah dua aktivitas tersebut, Yolan mampu mempertahankan IPK 3,81. Terlebih UGM merupakan kampus negeri yang terkenal dengan fokus akademiknya, tapi Yolan mampu menjalankan statusnya sebagai student-athlete.
Bagi Yolan, kuliah tetap menjadi alasan utama dirinya masuk UGM. Namun, ia tak ingin kesempatan untuk mengembangkan kemampuan di futsal ikut terlewat. Karena itu, ia berusaha mengatur waktu agar urusan akademik dan latihan bisa berjalan imbang.
"Saya berusaha memanajemen waktu dengan sebaik mungkin. Tujuan saya masuk UGM memang untuk akademik, tetapi saya juga ingin menyalurkan dan terus mengembangkan minat di olahraga futsal," ujar Yolan.
Menjaga nilai kuliah sembari mengikuti kegiatan olahraga bukan perkara mudah. Prioritas mau tak mau harus dipilih oleh Yolan, terutama ketika jadwal perkuliahan dan agenda tim sama-sama penting. Baginya, menjadi atlet kampus bukan alasan untuk mengesampingkan akademik.
IPK 3,81 juga menjadi bekal yang ingin ia pertahankan menjelang kelulusan. Yolan menilai pencapaian akademik tetap penting, terutama sebagai salah satu modal untuk memasuki dunia kerja. Tapi prestasi di luar kelas, seperti futsal juga bisa menjadi nilai tambah.
"Menurut saya, akademik itu penting. Memang angka bukan segalanya, tetapi kalau kita punya akademik yang bagus dan dibarengi prestasi lain, itu bisa menjadi nilai tambah ketika melamar pekerjaan," katanya.

Aksi Yolan Novia Andjani saat berhadapan dengan Untidar dalam laga Futsal Regional Jogja Season 1. (Foto: Fahmi Abdushshofi/Campus League)
Setelah lulus, Yolan berencana mencari pekerjaan terlebih dahulu. Ia tertarik pada bidang administrasi perkantoran. Latar belakang pendidikannya juga membuka ketertarikan untuk bekerja sebagai editor di penerbitan atau media.
Meski begitu, ia tidak mau meninggalkan futsal. Yolan berharap bisa tetap bermain setelah mulai bekerja, selama jadwal pekerjaannya memungkinkan.
"Saya ingin tetap berkarier, baik di pekerjaan maupun di futsal. Prioritas saya tentu mendapatkan pekerjaan terlebih dahulu. Kalau pekerjaannya memungkinkan untuk dijalani sambil tetap bermain futsal, saya ingin menjalani keduanya. Ya kenapa enggak?” ucapnya sembari tersenyum
Dukungan Kampus untuk Student-Athlete
Student-athlete harus bisa mengatur waktu, hal itu tak perlu diperdebatkan lagi. Namun, dukungan kampus juga diperlukan agar mahasiswa tetap bisa mengikuti perkuliahan saat harus bertanding.
Yolan menyebut UGM memberikan surat dispensasi bagi mahasiswa yang mengikuti kompetisi. Kampus juga menyediakan fasilitas untuk mendukung kegiatan unit kegiatan mahasiswa (UKM).
“Kampus tidak melarang mahasiswanya untuk berprestasi di non-akademik. Bahkan setiap UKM diwadahi dengan fasilitas yang mumpuni untuk mahasiswanya,” kata Yolan.
Maka dari itu, Yolan punya target tinggi untuk tim kampusnya di Futsal Regional Jogja ini. Pada Season 0, UGM finis di posisi ketiga regional dan berhasil melaju ke The Nationals. Tentu saja, ''pasukan'' musim ini ingin mengulang pencapaian tersebut.
Yolan berharap UGM bisa keluar sebagai juara regional dan kembali tampil di The Nationals.
"Target saya dan teman-teman tetap sama, bahkan ingin lebih baik. Musim lalu UGM menempati podium tiga regional dan melaju ke nasional. Harapannya, kali ini kami bisa meningkatkan pencapaian, menjadi juara regional, dan kembali ke nasional," tuturnya.
Yolan dan tim futsal putri UGM kini berusaha mewujudkan target tersebut. Namun, ia juga berushaa menjaga kuliah tetap berjalan dengan baik, apalagi akademik baginya merupakan hal penting disamping punya prestasi gemilang di futsal.
Saksikan perjuangan tim futsal putri UGM dan pertandingan lainnya melalui kanal YouTube resmi Campus League. (GAP)
Yogyakarta

Menjaga Peluang Lolos ke Semifinal

Gol telat UGM paksa laga berakhir imbang 1-1

Yudha/Syahwaldi Tampil Tenang di Ujung Laga

Dukungan Alumni dan Brand Jadi Solusi Finansial